Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jaga Ketertiban, Awasi Balon Udara dan Petasan

Fatra Aditya • Rabu, 18 Februari 2026 | 10:15 WIB

Unsur forkopimda Kabupaten Trenggalek berikan arahan pengamanan dan ketertiban selama bulan ramadan di Gedung Bhawarasa.
Unsur forkopimda Kabupaten Trenggalek berikan arahan pengamanan dan ketertiban selama bulan ramadan di Gedung Bhawarasa.

KOTA, Radar Trenggalek – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban saat menjalankan berbagai tradisi yang biasa dilakukan pada bulan suci tersebut.

Himbauan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dalam sebuah forum sinergi bersama unsur forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan silat, serta organisasi kemasyarakatan di Gedung Bhawarasa lantai dua.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menegaskan pemkab tidak berniat membatasi tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan seperti ronda sahur maupun aktivitas khas Ramadan lainnya tetap diperbolehkan, selama tidak mengganggu keamanan, ketertiban dan kenyamanan publik atau masyarakat 

“Terpenting batasannya jelas, jaga keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.

Menurut dia, bulan Ramadan sering diwarnai berbagai kegiatan warga yang memerlukan pengawasan bersama agar situasi tetap kondusif.

Pemerintah dan aparat keamanan disebut akan terus berkoordinasi demi memastikan perayaan berjalan tertib tanpa menghilangkan nilai budaya yang ada.

Salah satu perhatian utama adalah tradisi menerbangkan balon udara. Dia masih memperbolehkan kegiatan tersebut dengan syarat balon harus ditambatkan agar tidak menimbulkan risiko.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan balon udara lepas pernah memicu kebakaran lahan dan bangunan warga. Selain itu, penggunaan petasan juga menjadi sorotan. Adanya insiden di wilayah Blitar yang berujung ledakan rumah dan menelan korban jiwa.

Peristiwa tersebut diharapkan menjadi pelajaran agar masya rakat lebih berhati-hati. Kegiatan ronda sahur pun diminta dilakukan secara wajar, terutama terkait penggunaan pengeras suara supaya tidak mengganggu waktu istirahat warga.

“Ronda sahur silakan dilakukan, tapi jangan menggunakan sound system yang berlebihan karena bisa mengganggu istirahat orang lain,” tegasnya.

Melalui pertemuan tersebut, pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menjaga keamanan daerah selama Ramadan.

Bupati juga menyampaikan harapan agar ibadah puasa tahun ini berlangsung damai, penuh toleransi, serta terbebas dari gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat. (tra/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#ramadan #keamanan #prokopim #ketertiban masyarakat #tradisi #trenggalek #ketertiban #puasa