BENDUNGAN, Radar Trenggalek - Kawasan wisata alam Putri Maron di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, yang dahulu menunjukkan keindahannya kini tak lagi menunjukkan aktivitas wisata seperti beberapa tahun silam.
Area yang dulu sempat dikenal sebagai salah satu destinasi wisata lokal tersebut perlahan berubah menjadi kawasan yang kembali dipenuhi vegetasi alami.
Siti, salah satu warga setempat menyebut kondisi tersebut terjadi karena tidak adanya pengelolaan yang berkelanjutan.
Fasilitas yang dulunya pernah ada kini sudah tidak tampak, bahkan sebagian tertutup semak dan pepohonan. “Kalau sekarang sudah jadi hutan lagi,” ujarnya.
Perubahan kondisi tersebut terlihat dari jalur akses menuju lokasi yang mulai tertutup tanaman liar. Tidak terlihat lagi adanya papan petunjuk, maupun aktivitas pengunjung di kawasan tersebut, fasilitas umum di kawasan tersebu pun sudah dibiarkan terbengkalai di kawasan tersebut.
Menurut Siti, kondisi ini berbeda jauh dibandingkan saat lokasi tersebut masih ramai dikunjungi masyarakat Trenggalek.
Pada saat itu, kawasan ini sempat menjadi tempat rekreasi alternatif yang populer bagi warga sekitar maupun pengunjung dari luar desa.
Ketiadaan pengelolaan membuat kawasan tersebut kembali ke kondisi alaminya. Pepohonan tumbuh rapat, dan area yang sebelumnya terbuka kini tertutup vegetasi. “Udah tidak ada yang ngurus,” lanjut warga tersebut.
Sebagian warga masih mengingat masa ketika lokasi tersebut ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan. Namun, seiring waktu, aktivitas wisata perlahan berkurang hingga akhirnya tidak lagi beroperasi.
Kini, kawasan Putri Maron hanya menjadi bagian dari bentang alam Desa Depok tanpa adanya aktivitas wisata di kawasan tersebut. Warga berharap ke depan ada perhatian terhadap potensi tersebut, meski untuk saat ini lokasi tersebut sepenuhnya sudah kembali menjadi kawasan hijau yang alami. (tra)
Editor : Adinda Putri Sefiana