Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tembok Ratapan Solo Viral di Google Maps, Rumah Jokowi Jadi Sorotan Usai Ditandai dan Diberi Rating Bintang Lima

Izahra Nurrafidah • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:55 WIB

Tembok Ratapan Solo Viral di Google Maps, Rumah Jokowi Jadi Sorotan Usai Ditandai dan Diberi Rating Bintang Lima
Tembok Ratapan Solo Viral di Google Maps, Rumah Jokowi Jadi Sorotan Usai Ditandai dan Diberi Rating Bintang Lima

TRENGGALEK - Penandaan rumah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo sebagai Tembok Ratapan Solo di Google Maps mendadak viral dan menyita perhatian publik. Fenomena ini bermula dari unggahan sebuah akun Instagram pada Sabtu, 14 Februari 2026, yang menampilkan foto dan video pagar rumah Jokowi berwarna cokelat di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah.

Dalam unggahan tersebut terlihat seorang pria menempelkan telapak tangan ke pagar rumah Jokowi, seolah sedang berdoa. Video lain memperlihatkan dua pria berkaus hitam berdiri di depan pagar pada malam hari. Aksi tersebut langsung memantik perbincangan luas di media sosial, terutama setelah warganet menemukan bahwa lokasi itu telah diberi nama Tembok Ratapan Solo di Google Maps.

Berdasarkan penelusuran, penandaan Tembok Ratapan Solo memang muncul saat nama tersebut diketik di kolom pencarian Google Maps. Titik lokasi yang ditampilkan merujuk langsung ke alamat rumah Jokowi di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Kota Surakarta. Rumah tersebut diketahui sebagai kediaman pribadi Jokowi sejak sebelum menjabat presiden hingga kini.

Rumah Jokowi Diberi Ulasan dan Rating Pengguna

Menariknya, penanda Tembok Ratapan Solo di Google Maps tidak hanya muncul sebagai nama lokasi, tetapi juga dilengkapi ulasan dari pengguna. Tercatat setidaknya tiga akun memberikan ulasan dan rating lima bintang. Salah satu ulasan bahkan menyebutkan bahwa pengguna tersebut baru saja mengunjungi lokasi itu pada pekan sebelumnya.

Fakta adanya rating dan ulasan ini semakin memperkuat anggapan bahwa rumah Jokowi telah bertransformasi menjadi titik kunjungan simbolik bagi sebagian masyarakat. Meski tidak pernah dirancang sebagai ruang publik, pagar rumah tersebut kini kerap menjadi latar foto, video, dan konten media sosial.

Sejak Jokowi tak lagi menjabat sebagai presiden, intensitas kunjungan warga ke rumahnya memang meningkat. Pengunjung datang dari berbagai daerah dengan motif beragam, mulai dari sekadar ingin berfoto, melihat langsung kediaman mantan presiden, hingga menyampaikan doa dan harapan secara personal.

Ajudan Jokowi: Tidak Tersinggung dan Dianggap Biasa

Menanggapi viralnya penandaan Tembok Ratapan Solo, ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, menyatakan tidak merasa tersinggung sama sekali. Ia menganggap penamaan tersebut sebagai hal yang biasa dan tidak perlu disikapi berlebihan.

“Kalau saya biasa saja,” ujar Syarif saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).

Meski demikian, Syarif mengaku belum dapat memastikan apakah Jokowi sendiri telah mengetahui rumahnya ditandai sebagai Tembok Ratapan Solo di Google Maps. Ia menyebut informasi tersebut diketahuinya secara pribadi, tanpa konfirmasi langsung dari Jokowi.

“Saya sudah tahu. Tapi saya tidak tahu apakah Bapak sudah tahu atau belum,” katanya.

Tidak Ada Pembatasan Pengunjung

Lebih lanjut, Syarif menegaskan tidak ada kebijakan khusus yang diberlakukan menyusul munculnya penandaan tersebut. Aktivitas di sekitar rumah Jokowi tetap berjalan normal, tanpa penambahan pengamanan maupun pembatasan bagi warga yang ingin datang.

Pengunjung masih diperbolehkan berfoto di sekitar area kediaman, sebagaimana sebelumnya. Aparat juga tidak melakukan penertiban khusus selama aktivitas tersebut tidak mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan warga sekitar.

“Tidak ada pembatasan pengunjung. Tetap biasa saja,” tegasnya.

Fenomena Digital dan Simbol Sosial

Fenomena Tembok Ratapan Solo menunjukkan bagaimana ruang digital dapat membentuk makna baru atas sebuah lokasi fisik. Melalui Google Maps dan media sosial, pagar rumah sederhana di gang permukiman kini menjelma menjadi simbol yang sarat tafsir.

Sebagian warganet memaknainya sebagai bentuk satire, sebagian lain melihatnya sebagai ekspresi kerinduan terhadap figur Jokowi. Di sisi lain, fenomena ini juga mencerminkan kuatnya budaya digital, di mana satu penandaan lokasi dapat dengan cepat mengundang perhatian publik nasional.

Di Kelurahan Sumber, pagar cokelat rumah Jokowi tetap berdiri seperti biasa. Namun di ruang digital, Tembok Ratapan Solo telah menjelma menjadi fenomena sosial yang terus dibicarakan dan dibagikan.

Editor : Izahra Nurrafidah
#google maps #Tembok Ratapan Solo #rumah jokowi #Viral Solo #jokowi solo