TUGU, Radar Trenggalek - Akses jalan utama menuju Desa Gading, Kecamatan Tugu, mengalami ambrol akibat terkikis air hujan dari pegunungan sejak hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (18/2). Kondisi ini menyebabkan sebagian badan jalan longsor dan bahu jalan tergerus arus air yang turun dari atas gunung atau yang biasa disebut warga sebagai “ancar”.
Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan wilayah Pucang Anak menuju Desa Gading.
Kerusakan yang terjadi membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati, terutama saat melintas pada pagi dan malam hari.
Selain ambrol, permukaan jalan juga menjadi licin akibat tanah bercampur air hujan yang terus mengalir dari lereng gunung.
Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, warga setempat langsung bergerak melakukan gotong royong untuk memperbaiki bagian bahu jalan yang rusak.
Dengan peralatan seadanya, masyarakat bahu-membahu menata kembali tanah dan batu agar jalan tetap bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kepala Desa Gading, Wiryanto mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak kemarin menjadi penyebab utama ambrolnya jalan tersebut.
“Hujan deras kemarin mengakibatkan jalan ambrol karena terkikis air hujan dari gunung atau yang biasa disebut ancar. Air turun sangat deras sehingga bahu jalan tidak mampu menahan arus,” ujarnya, kemarin (19/2).
Dia menambahkan, warga Desa Gading secara swadaya langsung bergotong royong membenahi bahu jalan agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan.
Menurut dia, akses tersebut sangat vital karena merupakan satu-satunya jalan masuk ke desa. Jika kerusakan semakin parah, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari warga akan terganggu.
Pemerintah desa berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Pasalnya, kondisi jalan yang terus terkikis dikhawatirkan akan semakin melebar jika hujan deras kembali turun. Terlebih saat musim hujan seperti sekarang, struktur tanah menjadi lebih labil dan rawan longsor.
Untuk sementara waktu, warga diimbau agar berhati-hati saat melintas dan mengurangi kecepatan kendaraan di titik jalan yang ambrol.
Pemerintah desa juga berencana memasang tanda peringatan sementara guna menghindari kecelakaan.
Dengan semangat kebersamaan, warga Desa Gading berharap perbaikan darurat yang dilakukan dapat menjaga akses tetap terbuka hingga ada penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.(gun/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana