KOTA, Radar Trenggalek – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo Trenggalek selama bulan Ramadan dipastikan tetap berjalan normal seperti biasanaya. Masyarakat tidak perlu merasa khawatir karena layanan utama, terutama yang bersifat darurat, tetap beroperasi penuh tanpa adanya pengurangan jam pelayanan.
“Pelayanan di rumah sakit selama bulan puasa itu pada prinsipnya adalah tetap. Karena rumah sakit, terutama itu yang di bagian instalasi gawat darurat, kemudian rawat inap, itu pelayanannya adalah 24 jam,” kata Plt Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Saeroni.
Kemudian, sistem kerja tenaga kesehatan di rumah sakit tetap menggunakan pola pembagian sif seperti hari biasa. Pembagian ini bertujuan memastikan pelayanan kepada pasien berlangsung tanpa jeda sepanjang hari selama bulan Ramadan.
“Biasanya di rumah sakit itu ada 3 sif. Jadi. sif pertama adalah jam 7 sampai 14, kemudian sif kedua itu jam 14 sampai dengan jam 21, kemudian yang sif ketiga itu sif malam jam 21 sampai dengan jam 7,” jelasnya.
Selain tenaga medis, jam kerja pegawai administrasi juga tetap mengikuti ketentuan yang berlaku selama Ramadan. Penyesuaian hanya berlaku pada durasi kerja sesuai kebijakan lima hari kerja.
“Kemudian yang fase pagi, di pagi jam 7 sampai 14.30 itu, kalau yang hari Jumat itu jam 7 sampai 11.30,” terangnya.
Dia memastikan, untuk pelayanan rawat jalan, masyarakat tetap dapat mengakses layanan poliklinik seperti biasa. Jam pelayanan poli tidak mengalami perubahan signifikan meskipun berada di bulan puasa.
“Tetapi untuk pelayanan poli, poliklinik itu tetap jam 8 sampai dengan selesai,” ungkapnya
Dia menegaskan bahwa layanan kesehatan yang bersifat kritis tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Hal ini karena rumah sakit memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan kepada masyarakat.
“Karena di rumah sakit itu jam kerjanya adalah 5 hari kerja. Tapi sekali lagi yang rawat inap, yang di instalasi gawat darurat, itu tetap 24 jam, jadi tidak ada perubahan,” tegasnya.
Hal yang sama juga berlaku di fasilitas kesehatan lainnya seperti puskesmas. Pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama meskipun di bulan Ramadan. “Di fasilitas kesehatan biasanya sama seperti itu, jadi adalah 24 jam,” pungkasnya. (tra/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana