Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Asal Usul Nama Tulungagung: Kisah Perang Singasari–Kediri, Pengkhianatan Jayakatwang, dan Bantuan Agung Arya Wiraraja

Natasha Eka Safrina • Jumat, 20 Februari 2026 | 17:50 WIB

Asal usul Tulungagung bermula dari sayembara Rawa Ngrowo dan kisah Jaka Baru yang mengeringkannya hingga jadi patih.
Asal usul Tulungagung bermula dari sayembara Rawa Ngrowo dan kisah Jaka Baru yang mengeringkannya hingga jadi patih.

JAKARTA - Asal usul nama Tulungagung tidak bisa dilepaskan dari pusaran konflik politik besar di Jawa Timur pada abad ke-13. Nama daerah yang kini dikenal sebagai salah satu kabupaten di selatan Jawa Timur itu ternyata lahir dari kisah perang, pengkhianatan, serta pertolongan besar yang menentukan arah sejarah Nusantara.

Dalam catatan sejarah lisan, Tulungagung berasal dari dua kata bahasa Jawa, yakni tulung yang berarti pertolongan dan agung yang bermakna besar atau mulia. Makna tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan merujuk langsung pada peristiwa nyata yang terjadi pada tahun 1222 Masehi, ketika konflik antara Kerajaan Singasari dan Kerajaan Kediri mengguncang Pulau Jawa.

Perang Singasari dan Kediri

Kisah ini bermula saat Raja Kertanegara dari Singasari menghadapi ancaman besar dari pasukan Mongol yang bersiap menyerbu Nusantara. Dalam situasi genting tersebut, Kertanegara mengirimkan utusan ke Kediri untuk meminta bantuan dan membangun aliansi. Namun niat damai itu justru berujung petaka.

Baca Juga: Ramalan Shio Kelinci Naga Ular 2026 Tahun Kuda Api: Siapa Paling Bersinar, Siapa Paling Diuji?

Utusan Singasari dilaporkan disiksa dan dihina oleh Raja Jayakatwang yang saat itu memerintah Kediri. Tindakan tersebut membuat Kertanegara murka dan memutuskan mengerahkan pasukannya untuk menyerang Kediri. Perang besar pun tak terhindarkan.

Pasukan Singasari berhasil menekan Kediri hingga mengepung ibu kotanya, Daha. Namun di tengah pengepungan, Kertanegara menerima kabar genting bahwa armada Mongol telah tiba di Jawa. Situasi ini memaksanya mengambil keputusan strategis: menghentikan perang dan mengajak Kediri berdamai untuk menghadapi ancaman bersama.

Pengkhianatan yang Meruntuhkan Singasari

Alih-alih menerima ajakan damai, Jayakatwang justru memanfaatkan keadaan. Ia melancarkan pengkhianatan dengan mengirim pasukan rahasia yang dipimpin oleh Arya Wiraraja, bangsawan dari Sumenep. Serangan mendadak ini berhasil menembus pertahanan Singasari.

Baca Juga: Ramalan Sio Macan 2026 Tahun Kuda Api: Karier Melejit, Rezeki Besar Datang Mendadak, Puncaknya di Bulan Mei!

Kertanegara tewas di istananya, menandai runtuhnya Kerajaan Singasari. Jayakatwang kemudian naik takhta dan mengklaim diri sebagai penerus kekuasaan Singasari. Namun kekuasaannya tidak diterima semua pihak, terutama oleh menantu Kertanegara, Raden Wijaya.

Pelarian ke Ngrowo dan Bantuan Agung

Raden Wijaya berhasil lolos dari pembantaian dan melarikan diri ke wilayah Ngrowo, daerah yang kini dikenal sebagai Tulungagung. Di tempat inilah ia kembali bertemu Arya Wiraraja. Berbeda dari perannya sebelumnya, Arya Wiraraja ternyata masih setia kepada keluarga Kertanegara.

Arya Wiraraja memberikan perlindungan, pasukan, dan dukungan strategi kepada Raden Wijaya. Tak hanya itu, ia juga membantu membujuk pasukan Mongol yang masih berada di Jawa untuk bersekutu sementara melawan Jayakatwang. Aliansi inilah yang akhirnya berhasil menumbangkan Jayakatwang dari Kediri.

Baca Juga: Ramalan Sio 2026: 6 Sio Diprediksi Kaya Raya di Tahun Energi 8, Rezeki Meledak Jika Selaras Numerologi!

Lahirnya Majapahit dan Nama Tulungagung

Setelah kemenangan tersebut, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai penerus Singasari. Sebagai bentuk rasa terima kasih, ia menganugerahkan gelar Tumenggung Tulungagung kepada Arya Wiraraja dan mengangkatnya sebagai bupati pertama di wilayah Ngrowo.

Nama Ngrowo kemudian diubah menjadi Tulungagung, yang berarti pertolongan besar. Nama ini dipilih untuk mengenang jasa Arya Wiraraja yang telah memberikan bantuan agung pada saat paling menentukan dalam hidup Raden Wijaya dan sejarah Nusantara.

Asal usul nama Tulungagung dengan demikian bukan hanya cerita penamaan wilayah, melainkan simbol balas budi, strategi politik, dan solidaritas di tengah konflik besar. Hingga kini, nama Tulungagung menjadi pengingat bahwa sebuah daerah bisa lahir dari peristiwa besar yang mengubah jalannya sejarah bangsa.

Baca Juga: Ramalan Shio Imlek 2577: 5 Shio Paling Beruntung di Tahun Kuda Api, Rezeki dan Popularitas Melejit!

Editor : Natasha Eka Safrina
#kerajaan Singasari #sejarah tulungagung #Kerajaan Kediri #asal usul nama Tulungagung