JAKARTA – Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah toko kelontong di Madiun, Jawa Timur. Toko kelontong di Madiun terbakar diduga akibat korsleting pada pom mini yang digunakan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Insiden tersebut menyebabkan kerugian fantastis yang ditaksir mencapai Rp1 miliar. Kebakaran toko kelontong di Madiun ini terjadi saat salah satu karyawan tengah mengisi BBM ke kendaraan milik pelanggan.
Namun secara tiba-tiba muncul percikan api dari pom mini. Percikan itu dengan cepat menyambar bagian bangunan toko yang berada tepat di sekitarnya.Api kemudian membesar dalam hitungan menit.
Kobaran api tak hanya membakar area pom mini, tetapi juga merembet ke seluruh bangunan toko kelontong di Madiun yang diketahui menjual berbagai barang mudah terbakar, termasuk petasan dan tabung LPG.
Percikan Api Saat Pengisian BBM
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat aktivitas pengisian BBM berlangsung seperti biasa. Pom mini yang berada di depan toko difungsikan untuk melayani pembelian bahan bakar eceran.
Namun diduga terjadi korsleting listrik pada mesin pom mini. Percikan api muncul dan langsung menyambar uap BBM yang mudah terbakar.
Dalam kondisi seperti itu, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Situasi semakin genting karena di dalam toko tersimpan sejumlah petasan dan tabung LPG. Barang-barang tersebut memperparah kobaran api sehingga ledakan kecil sempat terdengar di sekitar lokasi kejadian.
Petasan dan Tabung LPG Memperparah Kebakaran
Keberadaan petasan dan LPG di dalam toko kelontong membuat api cepat meluas. Ledakan dari petasan yang terbakar memicu kepanikan warga sekitar. Api berkobar tinggi dan melahap seluruh isi toko tanpa ampun.
Selain menghanguskan bangunan toko, satu unit mobil yang berada di lokasi juga tak luput dari amukan si jago merah. Kendaraan tersebut ikut terbakar hingga hanya menyisakan rangka.
Warga sekitar sempat berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Baca Juga: Penumpang Bus di Terminal Surodakan Naik 30 Persen di Libur Cuti Bersama
Namun karena api sudah terlanjur membesar, upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.
Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Akibat kebakaran toko kelontong di Madiun ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Nilai tersebut mencakup bangunan, stok barang dagangan, pom mini, serta satu unit mobil yang hangus terbakar.
Beruntung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Karyawan yang saat itu tengah mengisi BBM berhasil menyelamatkan diri ketika api mulai membesar.
Meski demikian, peristiwa tersebut meninggalkan trauma dan kerugian besar bagi pemilik usaha.
Baca Juga: Jelang Puasa, Harga Cabai Tembus 100 Ribu per Kilogram
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan dalam penggunaan pom mini dan penyimpanan barang mudah terbakar.
Korsleting listrik pada peralatan yang berdekatan dengan bahan bakar sangat berisiko memicu kebakaran hebat.
Imbauan Soal Keamanan Pom Mini
Insiden kebakaran ini kembali menyoroti praktik penjualan BBM eceran menggunakan pom mini di area pertokoan.
Tanpa instalasi listrik yang memadai dan sistem keamanan yang sesuai standar, risiko kebakaran sangat tinggi.
Terlebih lagi jika lokasi usaha juga menjual barang-barang seperti petasan dan LPG yang memiliki potensi ledakan.
Kombinasi bahan bakar cair, gas, serta material mudah terbakar menjadi faktor yang sangat berbahaya jika terjadi percikan api.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan pom mini dan memastikan instalasi listrik aman serta rutin diperiksa.
Pemerintah daerah juga diharapkan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap usaha yang menjual BBM eceran demi mencegah kejadian serupa terulang.
Peristiwa toko kelontong di Madiun terbakar ini menjadi pelajaran mahal bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada kerugian besar. Dalam hitungan menit, usaha yang dirintis bertahun-tahun bisa habis dilalap api.(*)
Editor : Adinda Putri Sefiana