Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Evakuasi ODCB di Trenggalek, Disparbud Amankan Empat Benda Cagar Budaya dari Lahan Warga

Fatra Aditya • Senin, 23 Februari 2026 | 11:34 WIB

Potret Beberapa ODCB yang dievakuasi dari pekarangan rumah warga
Potret Beberapa ODCB yang dievakuasi dari pekarangan rumah warga

KOTA, Radar Trenggalek — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek mengevakuasi sejumlah Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dari pekarangan dan kebun milik warga di wilayah Kelurahan Kelutan. Evakuasi dilakukan karena kondisi benda-benda tersebut dinilai cukup memprihatinkan dan berisiko mengalami kerusakan maupun hilang.

Pamong Budaya Bidang Kebudayaan Disparbud Trenggalek, Heru Dwi Susanto, mengatakan evakuasi dilakukan atas dasar monitoring serta permintaan pemilik lahan, yakni Ali.

Menurutnya, benda-benda tersebut sebenarnya telah lama berada di lokasi tersebut, namun baru dapat dievakuasi tahun ini karena sebelumnya terkendala keterbatasan peralatan.

“Evakuasi dilakukan karena kondisinya cukup memprihatinkan, berada di pekarangan rumah dan kebun milik warga. Selain itu juga ada permintaan dari pemilik lahan agar benda tersebut diamankan,” ujarnya.

Dalam evakuasi tersebut, Disparbud mengamankan empat benda yang terdiri dari atas tiga jenis. Benda pertama berupa sepasang gilingan biji-bijian berbahan batu putih.

Gilingan tradisional tersebut dahulu digunakan masyarakat untuk mengolah bahan pangan seperti kedelai dan kacang sebelum diproses lebih lanjut menjadi produk seperti tahu.

Benda kedua meruapakan fragmen yoni berbahan batu putih. Yoni merupakan bagian dari simbol pemujaan dalam tradisi Hindu, khususnya terkait pemujaan terhadap Dewa Siwa.

Namun, kondisi yoni yang ditemukan sudah tidak utuh karena beberapa bagian mengalami kerusakan.

Benda ketiga berupa batu lumpang berbahan dasar batu andesit. Batu ini memiliki fungsi beragam, mulai dari alat menumbuk bahan pangan hingga kemungkinan digunakan dalam kegiatan ritual pada masa lampau.

Heru menjelaskan, keberadaan yoni menjadi indikasi adanya aktivitas keagamaan masyarakat Hindu di masa klasik. Meski demikian, penentuan usia dan konteks penggunaannya masih memerlukan kajian lebih lanjut oleh arkeolog.

Ia menambahkan, ODCB di Trenggalek sebenarnya tersebar di hampir seluruh kecamatan. Namun, evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, terutama pada benda yang terancam rusak, hilang, atau musnah.

“Kami prioritaskan benda yang paling rawan terlebih dahulu. Ke depan masih ada beberapa ODCB lain yang berpotensi untuk dievakuasi,” pungkasnya. (tra/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#OBDC #budaya #Objek Diduga Cagar Budaya #trenggalek #cagar budaya #evakuasi