KAMPAK, Radar Trenggalek - DI TENGAH tuntutan dunia kerja yang serba cepat dan penuh tanggung jawab, Nurhafidzah Quraniyah, 24, memilih untuk tetap merawat passion tanpa mengesampingkan profesionalisme. Perempuan asal Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, ini membuktikan bahwa karier dan hobi dapat berjalan beriringan dalam harmoni.
Sehari-hari, Nurhafidzah bekerja sebagai customer service di salah satu bank milik pemerintah. Posisinya menuntut ketelitian, kesabaran, serta kemampuan komunikasi yang baik.
Ia menjadi garda terdepan yang menyambut nasabah, membantu proses administrasi, hingga memberikan solusi atas berbagai persoalan perbankan.
“Di bank, saya belajar untuk selalu profesional, ramah, dan sabar. Setiap nasabah datang dengan kebutuhan yang berbeda, jadi harus benar-benar fokus,” ujarnya.
Di balik kesibukan itu, Nurhafidzah memiliki kecintaan besar pada musik. Sejak sekolah hingga kuliah, ia aktif mengikuti lomba menyanyi, tampil bersama grup band, dan mengisi sejumlah acara kampus maupun undangan.
Baginya, musik bukan sekadar hiburan, tetapi ruang untuk mengekspresikan diri sekaligus melepas penat.
“Sehari-hari rasanya kurang lengkap kalau tidak ada musik. Kadang dengar satu nada saja sudah ingin ikut bernyanyi,” katanya sambil tersenyum.
Hobi tersebut bahkan pernah membawanya mendapatkan honor dari beberapa kesempatan tampil. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukanlah materi.
“Kalau dapat rezeki tentu bersyukur, tapi yang paling penting karena memang suka. Musik bikin hati lebih ringan,” tuturnya.
Rutinitas kerja yang padat membuatnya semakin menyadari pentingnya memiliki penyeimbang. Setelah seharian melayani nasabah dengan penuh tanggung jawab, ia menjadikan musik sebagai cara sederhana untuk mengisi ulang energi.
Bernyanyi di rumah atau sekadar mendengarkan lagu favorit menjadi momen relaksasi yang dinantikan.
Menurut dia, merawat passion justru membantu menjaga kualitas kerja. Ketika hati bahagia, semangat melayani pun ikut meningkat.
Dunia perbankan memberinya pengalaman, kedisiplinan, dan kestabilan. Sementara musik menghadirkan ketenangan serta ruang untuk tetap menjadi diri sendiri.
Bagi Nurhafidzah, hidup bukan hanya soal mengejar karier, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan. Di antara deretan angka dan alunan nada, ia menemukan irama kehidupan yang selaras merawat passion sekaligus menjaga profesionalisme. (bim/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana