Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ada SD Tolak Distribusi MBG Selama Bulan Ramadan Fokus Latih Siswa Berpuasa

Zaki Jazai • Senin, 23 Februari 2026 | 15:06 WIB

BERI PELAJARAN KARAKTER: Kepala SD Inovatif Ikhsan Nur Wahyudi  menerangkan alasan terkait menolak MBG saat bulan Ramadan.
BERI PELAJARAN KARAKTER: Kepala SD Inovatif Ikhsan Nur Wahyudi menerangkan alasan terkait menolak MBG saat bulan Ramadan.

KOTA, Radar Trenggalek – SD Muhammadiyah 1 (SD Inovatif) Trenggalek mengambil kebijakan khusus selama Ramadan 1447 Hijriah dengan menolak sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung pembentukan karakter dan latihan ibadah puasa bagi para siswa.

Kepala SD Inovatif Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi mengatakan, keputusan tersebut telah dikoordinasikan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pihak dapur penyedia sejak jauh hari sebelum Ramadan. Sekolah secara resmi meminta agar pengiriman paket MBG dihentikan sementara selama bulan puasa.

“Dua minggu lalu saya sudah sampaikan ke pihak dapur agar menghentikan sementara kiriman MBG selama Ramadan. Fokus kami melatih anak-anak untuk berpuasa,” tegas Ikhsan.

Menurut dia, kebijakan ini bukan sekadar soal teknis distribusi makanan, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan spiritual siswa. Pihak sekolah menilai keberadaan makanan di siang hari berpotensi mengganggu proses latihan puasa, terutama bagi siswa yang masih dalam tahap belajar menahan lapar hingga waktu tertentu.

Dia menjelaskan, meskipun sebagian siswa masih berlatih puasa hingga waktu Zuhur, proses tersebut tetap menjadi bagian penting dalam pembentukan kebiasaan ibadah sejak dini. Karena itu, lingkungan sekolah perlu mendukung suasana yang kondusif selama Ramadan.

 Baca Juga: Sekolah Dipersilakan Tak Terima MBG Harus Ajukan Surat Resmi ke Penyedia

“Meskipun mereka masih latihan, misalnya berpuasa sampai Zuhur, itu tetap proses belajar yang penting. Kalau kami menerima makanan di sekolah pada siang hari, godaannya sangat besar. Latihan puasanya bisa gagal karena tergoda makan. Karena itu, kami menolak kiriman selama Ramadan,” jelasnya.

Ikhsan menegaskan kebijakan penolakan MBG ini bersifat sementara dan hanya berlaku selama Ramadan. Setelah bulan suci berakhir, sekolah akan kembali mengikuti mekanisme distribusi MBG sebagaimana ketentuan sebelumnya.

“Penolakan ini khusus selama Ramadan. Setelah itu, jika masih ada jatah kiriman, kami akan kembali mengikuti mekanisme normal,” imbuhnya.

Selain itu, pihak sekolah juga telah menyampaikan kebijakan tersebut kepada wali murid dan mendapat respons positif. Orang tua dinilai mendukung langkah sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter dan pembiasaan ibadah bagi anak-anak.

Di sisi lain, sekolah turut mengusulkan alternatif agar manfaat program tetap dirasakan siswa selama Ramadan. Salah satu opsi yang disampaikan adalah konversi alokasi dana MBG menjadi bantuan tunai bagi siswa.

Dengan kebijakan ini, SD Inovatif Trenggalek menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi dan pembentukan karakter spiritual siswa, khususnya dalam momentum Ramadan.

“Saya mengusulkan agar selama Ramadan alokasinya berbentuk uang tunai. Misalnya Rp15 ribu per anak; Rp10 ribu untuk tambahan menu buka puasa dan Rp5 ribu bisa ditabung untuk membeli baju Lebaran. Skema ini bisa lebih bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya. (jaz/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana