PULE, Radar Trenggalek - Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, bersama pemerintah desa bergotong royong memperbaiki jalan utama kabupaten yang mengalami kerusakan parah dan berlubang. Jalan tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilalui warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, sekolah, hingga distribusi hasil pertanian.
Kerusakan jalan yang sudah berlangsung cukup lama dinilai semakin membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Lubang-lubang besar yang tergenang air kerap menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh dan kendaraan roda empat harus berjalan ekstra hati-hati. Kondisi ini mendorong warga dan pemerintah desa untuk mengambil inisiatif melakukan perbaikan sementara secara swadaya.
Sekretaris Desa Karanganyar, Murdianto mengatakan, jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan terkait program perbaikan dari pihak kabupaten.
“Ini merupakan jalan kabupaten yang mengalami rusak parah. Kami masih menunggu program dari kabupaten, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Akhirnya, pemerintah desa bersama warga berinisiatif memperbaiki jalan melalui dana swadaya dan iuran gotong royong demi kepentingan mobilitas masyarakat, karena ini merupakan jalur utama kabupaten,” ujar Murdianto.
Perbaikan dilakukan dengan menutup lubang-lubang besar menggunakan material batu dan pasir yang dibeli dari hasil iuran warga. Sejumlah warga tampak bergantian mengangkut material dan meratakan permukaan jalan.
Meski perbaikan tersebut bersifat sementara, setidaknya dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar arus lalu lintas.
Menurut Murdianto, pemerintah desa sebenarnya ingin membantu lebih jauh melalui anggaran dana desa. Namun, pihaknya tidak berani mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan tersebut karena statusnya merupakan jalan kabupaten.
“Harapan kami ke depan segera ada tindak lanjut dari pemerintah kabupaten. Ini jalan utama kabupaten yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami ingin membangun menggunakan anggaran dana desa, tetapi tidak berani karena bukan kewenangan desa,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan melakukan perbaikan permanen agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat berjalan lancar tanpa kekhawatiran akan keselamatan di jalan.
Gotong royong yang dilakukan menjadi bukti kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, sekaligus bentuk desakan agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur di wilayah tersebut. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana