KAMPAK, Radar Trenggalek - Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Suwaru RT 28 RW 07, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Senin (23/2) sekitar pukul 07.00. Longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (22/2) sore.
Material longsor berasal dari tebing setinggi sekitar 8 meter dengan panjang kurang lebih 10 meter yang berada di samping rumah milik Yanto dan Tukiran.
Sebagian tebing ambrol dan mengenai tembok rumah warga, tetapi tidak sampai menyebabkan kerusakan atau jebol pada bangunan.
Kejadian tersebut merupakan dampak langsung dari curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Kampak.
“Hujan dengan intensitas sedang sampai deras sejak Minggu sore menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Akibatnya, pada Senin pagi, sebagian tebing di samping rumah warga longsor dan mengenai tembok, tetapi tidak sampai merusak bangunan,” ujar Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Agung Widodo.
Dia memastikan dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka. Kerugian material juga relatif kecil karena longsoran hanya menimpa bagian tembok dan tidak menjebol dinding rumah warga.
Pascakejadian, unsur gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi. Anggota Koramil 0806/05 Kampak, Polsek Kampak, TRC BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat setempat mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus pembersihan material longsor.
“Kendati tidak ada korban jiwa, tapi kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada ketika terjadi hujan lebat lebih dari 2 jam,“ katanya.
Petugas bersama warga juga melakukan kerja bakti membersihkan tanah yang menutup area sekitar tebing serta memberikan imbauan keselamatan kepada masyarakat agar berhati-hati saat proses pembersihan berlangsung.
BPBD Trenggalek juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan dan dataran tinggi seperti Kecamatan Kampak, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
Cuaca ekstrem yang masih berlangsung berpotensi memicu longsor susulan, terutama pada tebing dan lereng yang memiliki kondisi tanah labil.
“Untuk tindakan gawat darurat pada bencana ini, tim gabungan telah mendatangi lokasi, melakukan pendataan kerugian, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta membantu pembersihan material longsor bersama warga,” jelas pria yang juga dipercaya menjadi Plt Sekretaris BPBD Trenggalek ini.(jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana