KOTA, Radar Trenggalek - Tingkat kegemaran membaca (TKM) masyarakat di Kabupaten Trenggalek masih tergolong rendah. Hal tersebut berdasarkan hasil survei terbaru yang menunjukkan bahwa minat baca masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui berbagai upaya, baik dari sisi akses maupun pendekatan langsung kepada masyarakat.
Berdasarkan data tingkat kegemaran membaca (TKM), Kabupaten Trenggalek memperoleh skor 57,54 dan masuk kategori rendah. Nilai tersebut masih berada dalam rentang 50–64 yang dikategorikan rendah sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disippus) Trenggalek, Catur Budi Prasetyo, mengatakan bahwa menyadari pentingnya meningkatkan minat baca masyarakat.
Menurut dia, salah satu faktor yang memengaruhi minat baca adalah kemudahan akses terhadap bahan bacaan secara fisik.
Dia menjelaskan bahwa keberadaan perpustakaan yang dekat dengan masyarakat menjadi faktor penting.
“Ya kalau program meningkatkan itu memang. Kita memang menyadari kedekatan itu pentingnya secara fisik,” ujarnya.
Dia menambahkan, meskipun perkembangan teknologi memudahkan akses informasi secara digital, masih banyak masyarakat yang lebih nyaman membaca buku secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan fisik masih memiliki peran penting dalam mendukung literasi masyarakat.
“Baca di HP itu kalau tulisan kurang nyaman. Lebih senang kalau buku. Pengetahuan dia lebih baik baca buku,” jelasnya.
Sebagai upaya meningkatkan minat baca, Disippus Trenggalek terus melakukan berbagai program kolaborasi dengan lembaga terdekat di masyarakat. Lembaga tersebut meliputi perpustakaan desa dan perpustakaan sekolah yang dinilai memiliki peran strategis.
“Jadi, salah satunya setelah kegiatan, kita kolaborasi itu. Kita mengumpulkan lembaga-lembaga yang terdekat dan terdepan di masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga aktif melakukan sosialisasi untuk mendorong masyarakat menjadi anggota perpustakaan. Dengan menjadi anggota, masyarakat dapat mengakses berbagai koleksi buku yang tersedia.
“Selain itu juga mengupayakan agar masyarakat mau menjadi anggota perpustakaan agar mudah mengakses bahan pustaka perpus,” pungkasnya. (tra/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana