Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Nilai IPLM Trenggalek 14,06 Perubahan Indikator Nasional Jadi Faktor

Fatra Aditya • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:49 WIB

PERLU DORONGAN: Tingkat kegemaran membaca di Kabupaten Trenggalek masih rendah. Disippus  dorong instansi terdekat untuk menyediakan layanan literasi.
PERLU DORONGAN: Tingkat kegemaran membaca di Kabupaten Trenggalek masih rendah. Disippus dorong instansi terdekat untuk menyediakan layanan literasi.

KOTA, Radar Trenggalek – Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Trenggalek tercatat sebesar 14,06 berdasarkan hasil survei terbaru. Menempati peringkat ke 16 di Jawa Timur. Posisi tersebut menunjukkan bahwa Trenggalek berada di tingkat menengah dibandingkan daerah lain di provinsi tersebut.

Kepala Disippus Trenggalek, Catur Budi Prasetyo menjelaskan, perhitungan IPLM sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya berperan dalam menyediakan dan melaporkan data pendukung sesuai kondisi di lapangan.

Dia menegaskan bahwa perubahan nilai tidak hanya terjadi di Trenggalek, tetapi juga secara nasional.

“Kalau untuk alaminya, IPLM itu semuanya kan alaminya, yang mengenai analisis data itu kan pusat. Jadi ketika indikatornya juga untuk pengukuran itu berubah, itu se-Indonesia juga berubah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perubahan indikator berdampak langsung terhadap hasil penilaian IPLM di seluruh daerah. Penambahan indikator baru menyebabkan standar penilaian menjadi berbeda dibandingkan sebelumnya.

“Jadi, IPLM itu kan yang semula nilainya rata-rata 10 juta, sedangkan untuk yang selanjutnya kan di atas 70 juta. Seluruh Indonesia karena indikator penilaian ditambah,” jelasnya.

Menurut dia, salah satu indikator yang berpengaruh adalah jumlah perpustakaan yang tersedia di masyarakat, termasuk perpustakaan sekolah. Daerah dengan jumlah perpustakaan lebih banyak memiliki peluang nilai lebih tinggi.

“Karena faktor indikator yang ditambah itu, itu adalah jumlah lembaga perpustakaan dari yang seharusnya. Dulu tidak dimasukkan,” katanya.

Selain itu, perpustakaan sekolah kini juga menjadi bagian dari indikator yang diperhitungkan dalam penilaian IPLM tersebut. Hal ini membuat keberadaan perpustakaan di tingkat sekolah memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat.

Dia mengatakan bahwa perpustakaan sekolah kini memiliki fungsi yang lebih luas. “Jadi, perpustakaan sekolah itu dianggap semacam perpustakaan umum juga ya,” ungkapnya.

Disippus Trenggalek terus berupaya meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan memperluas akses literasi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai IPLM pada tahun-tahun mendatang. (tra/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Kepala Disippus Trenggalek #Catur Budi Prasetyo #trenggalek #IPLM