KOTA, Radar Trenggalek – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek memastikan pengawasan keamanan pangan terhadap pedagang takjil selama Ramadan terus diperketat. Langkah ini dilakukan untuk menjamin makanan yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan sehat.
Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, Sunarto, mengatakan aktivitas penjualan takjil merupakan kegiatan rutin setiap Ramadan yang selalu diikuti banyak pedagang, baik yang sudah berjualan setiap tahun maupun pedagang musiman. Karena itu, pengawasan dan edukasi keamanan pangan tetap menjadi prioritas.
“Takjil merupakan kegiatan rutin selama masa Ramadan, para pedagang merupakan pedagang yang telah rutin berjualan juga ada pedagang yang hanya berjualan saat Ramadan,” ujarnya.
Menurut dia, sebagian besar pedagang sebenarnya telah mendapatkan penyuluhan keamanan pangan pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, Dinkes bersama puskesmas tetap memberikan himbauan melalui berbagai media, termasuk media sosial, agar pedagang menjaga kualitas dan kebersihan makanan yang dijual.
“Sebagian besar pedagang yang berjualan telah mendapat penyuluhan keamanan pangan. Mereka juga telah mendapat edukasi dan pemeriksaan pada tahun-tahun sebelumnya,” lanjut Sunarto.
Dia menegaskan, pengawasan tidak hanya sebatas edukasi, tetapi juga akan dilakukan pemeriksaan langsung di lapangan.
Dinkes berencana melaksanakan pemantauan bersama BPOM Kediri melalui uji petik kualitas makanan, baik dari segi fisik maupun kandungan kimia.
“Pemeriksaan dan pemantauan akan dilaksanakan bersama BPOM Kediri, yang direncanakan tanggal Selasa depan (3/3),” tegasnya.
Sunarto menambahkan, takjil tidak hanya menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat selama Ramadan, tetapi juga harus tetap memperhatikan aspek kesehatan dan gizi seimbang bagi konsumen.
“Takjil selain untuk menambah pendapat masyarakat, diharapkan menjadi sumber gizi seimbang dan masyarakat tetap sehat,” katanya.
Selain itu, dinkes mengingatkan pedagang untuk menjaga kebersihan mulai dari proses pengolahan, tempat produksi, hingga penyajian makanan.
Penggunaan kemasan yang bersih dan aman juga menjadi perhatian penting dalam menjaga kualitas pangan.
Dia mengimbau agar pedagang tidak menjual makanan dengan rasa yang terlalu ekstrem, seperti terlalu manis, pedas, maupun asam, karena berpotensi menimbulkan efek samping bagi kesehatan konsumen.
Dengan pengawasan berkelanjutan ini, dinkes berharap masyarakat dapat mengonsumsi takjil dengan aman selama Ramadan.
“Kebersihan pengolah dan tempat mengolah, serta tempat penyajian harus dijaga kesehatan dan kebersihannya,” pugkas mantan Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek ini. (jaz/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana