KOTA, Radar Trenggalek – Keterbatasan armada dan sarana pra-sarana saat ini tidak menyurutkan langkah petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Trenggalek dalam menjalankan tugasnya. Di tengah kondisi yang serba terbatas, mereka tetap berada di garis depan untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pramong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PPPK) Trenggalek, Wasis Widodo mengungkapkan, jumlah armada yang dimiliki damkar Kabupaten Trenggalek saat ini masih jauh dari kata ideal.
Kondisi tersebut memaksa petugas bekerja ekstra, terutama saat menghadapi kebakaran berskala besar.
“Armada kita memang masih kurang. Saat terjadi kebakaran besar, kami harus meminta bantuan dari instansi lain,” ujar Wasis.
Untuk saat ini, Damkar Trenggalek hanya memiliki dua unit mobil pemadam utama dan satu unit mobil suplai air.
Dengan demikian petugas harus membagi peran ketiga armada tersebut, Wasis megtakan bahwa 1 armada di fokuskan untuk menangani kebakaran dan dua lainnya untuk suplai air.
Dari sisi personel, untuk sekarang damkar Trenggalek mempunyai 64 orang personel yang sudah cukup berpengalaman.
Wasis mengatakan personel-personel tersebut merupakan lulusan ciracas yang sudah teruji dan berkompeten.
“Untuk personel kita ada 64 orang, semuanya lulusan Ciracas, insya Allah sudah terlatih,” ungkapnya.
Keterbatasan tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi anggaran yang masih minim. Wasis menyebut, anggaran operasional Damkar Trenggalek saat ini hanya sekitar Rp 260 juta per tahun, sementara kebutuhan ril di lapangan melebihi angka tersebut.
Anggaran tersebut harus mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari perawatan armada, pengadaan peralatan, hingga operasional penanganan kebakaran.
“Kalau anggaran kita hanya sekitar Rp 260 juta, sedangkan kebutuhan sebenarnya lebih dari itu. Jadi kami harus benar-benar memaksimalkan yang ada,” pungkasnya.(tra/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana