Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Cerita Ketua PDM Trenggalek, Wicaksono Umrah di Tengah Perang Iran–AS dan Israel, Kepulangan Terancam Tertunda

Zaki Jazai • Selasa, 3 Maret 2026 | 10:16 WIB

DILIPUTI KECEMASAN : Ketua PDM Trenggalek Wicaksono yang melaksanakan ibadah Umrah di tengah tegangan geopolitik antara Iran, dengan AS dan Israel.
DILIPUTI KECEMASAN : Ketua PDM Trenggalek Wicaksono yang melaksanakan ibadah Umrah di tengah tegangan geopolitik antara Iran, dengan AS dan Israel.

Radar Trenggalek - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah antara Iran, dengan Amerika Serikat (AS), dan Israel turut memunculkan kekhawatiran di kalangan jemaah umrah asal Indonesia. Salah satunya dirasakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Trenggalek, Wicaksono, yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.

Wicaksono berangkat bersama istrinya, kakak ipar, serta keponakannya. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, dia mengaku jemaah mulai diliputi kecemasan, terutama terkait kepastian jadwal kepulangan ke Tanah Air.

“Kami ada kekhawatiran karena sebenarnya besok Senin (2/3) kami harus sudah pindah dari Makkah ke Jeddah. Diperkirakan itu masih aman, tapi nanti dari Jeddah menuju Singapura tempat kami transit ini yang sulit diprediksi,” ujar Wicaksono, ketika dihubungi koran ini melalui sambungan telepon Minggu (1/3) malam.

Menurut dia, para jemaah telah berdiskusi dengan muthawif atau pembimbing ibadah untuk membahas kemungkinan terburuk, termasuk skenario jika penerbangan dibatalkan atau ditunda. Namun hingga kini belum ada kepastian resmi terkait jadwal penerbangan.

“Sekarang ada keragu-raguan karena memang ada beberapa penerbangan yang sudah tidak melaksanakan tugasnya,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat para jemaah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan. Jika kepulangan tertunda, mereka harus mencari penginapan tambahan di Jeddah. Padahal, momen Ramadan membuat harga hotel melonjak dan ketersediaan kamar semakin terbatas.

Meski demikian, Wicaksono menyebut situasi di Arab Saudi sejauh ini masih relatif kondusif untuk aktivitas ibadah. Para jemaah tetap menjalankan rangkaian umrah seperti biasa sambil terus memantau perkembangan informasi.

Dia berharap situasi segera mereda sehingga seluruh jemaah umrah, termasuk dirinya dan rombongan, dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal tanpa kendala berarti.

“Di Madinah saja sudah sangat sulit hotel, apalagi di Mekkah. Kalau memang terjadi kemungkinan terburuk, mungkin kami akan bermalam di Jeddah dengan kondisi apa pun yang ada,” ungkapnya.(jaz/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#PDM #ibadah umrah #Wicaksono #arab saudi #trenggalek