Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sidak Pangan, Temukan Produk Kedaluwarsa Tanpa Label Tingkat Kepatuhan Ada Peningkatan

Zaki Jazai • Jumat, 6 Maret 2026 | 11:11 WIB

TELITI: Tim gabung dari dinkesdalduk KB, BPOM, dan lintas sektor ketika melakukan sidak ke sejumlah toko.
TELITI: Tim gabung dari dinkesdalduk KB, BPOM, dan lintas sektor ketika melakukan sidak ke sejumlah toko.

KOTA, Radar Trenggalek – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan lintas OPD melakukan inspeksi mendadak di sejumlah toko, Selasa (3/3).

Hasilnya ditemukan sejumlah produk pangan tidak memenuhi ketentuan yang tetap dijual menjelang Hari Raya Idul Fitri ini. Meski secara umum tingkat kepatuhan pedagang meningkat, pelanggaran administratif dan teknis masih ditemukan di sejumlah lokasi.

Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, dr Sunarto mengatakan, pengawasan dilakukan di 14 tempat perbelanjaan yang tersebar di Kecamatan Trenggalek, Tugu, Karangan, Pogalan, dan Gandusari.

“Secara umum sudah baik. Produk ditata di etalase dengan benar, penempatan pangan dan nonpangan sudah terpisah, dan kondisi barang sebagian besar baik,” ujarnya.

Namun demikian, petugas masih menemukan beberapa pelanggaran. Di antaranya, 6 produk pangan kedaluwarsa, 4 produk dengan kemasan rusak, serta 5 produk tanpa label.

Selain itu, terdapat 6 produk dengan label tidak lengkap, 5 tempat penyimpanan tanpa palet, serta 6 produk pangan dengan izin edar kedaluwarsa.

“Barang-barang yang tidak memenuhi ketentuan langsung kami tarik dari etalase dan diberikan teguran kepada pelaku usaha,” jelas dr Sunarto.

Dia menegaskan, dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat kepatuhan pedagang menunjukkan peningkatan. Pembinaan rutin telah dilakukan, baik kepada pemilik toko maupun tempat produksi. Untuk lokasi produksi, pembinaan melibatkan petugas puskesmas secara berkala.

Terkait potensi penggunaan bahan berbahaya, dr Sunarto memastikan hasil pemeriksaan sampel menunjukkan produk yang diuji tidak mengandung formalin, boraks, Rhodamin B, maupun metanil yellow.

“Beberapa sampel sudah kami periksa dan hasilnya negatif bahan berbahaya,” tegasnya.

Sidak ini dilakukan untuk menjamin keamanan pangan yang beredar di wilayah Kabupaten Trenggalek menjelang Lebaran.

Jika ditemukan pelanggaran, sanksi yang diberikan saat ini masih berupa teguran dan pembinaan. Penutupan sementara belum direkomendasikan karena pelanggaran yang ditemukan masih bisa diperbaiki.

“Prinsipnya terus dilakukan pembinaan. Pelanggaran yang ada saat ini masih bisa dilakukan perbaikan,” katanya.

Pengawasan, lanjut dr Sunarto, tidak hanya dilakukan menjelang Lebaran, tetapi berlangsung sepanjang waktu, baik secara insidental maupun berkala.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam membeli produk pangan. “Tetap menerapkan prinsip keamanan pangan, memastikan pangan bebas dari cemaran fisik, kimia, maupun biologi, serta sudah memiliki izin edar,” pesannya

Menjelang Hari Raya, dr Sunarto menekankan bahwa penyediaan pangan aman merupakan tanggung jawab bersama.

Produsen wajib menyediakan pangan aman, pembeli harus kritis dalam memilih, dan pemerintah berkewajiban membina serta mengawasi.

“Pangan aman merupakan kebutuhan masyarakat. Semua pihak punya tanggung jawab dalam mewujudkannya,” pungkasnya.(jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#dr Sunarto #BPOM #opd #Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek #trenggalek