Tak Ada Kepastian 58 Jemaah Umrah Pulang Masih Tertahan di Arab Saudi

Zaki Jazai • Dipublikasikan Jumat, 6 Maret 2026 | 12:10 WIB

TERTAHAN: Sebanyak 58 jemaah umrah asal Trenggalek, termasuk Bupati Mochammad Nur Arifin, masih tertahan di Arab Saudi menunggu kepastian kepulangan.
TERTAHAN: Sebanyak 58 jemaah umrah asal Trenggalek, termasuk Bupati Mochammad Nur Arifin, masih tertahan di Arab Saudi menunggu kepastian kepulangan.

KOTA, Radar Trenggalek – Sebanyak 58 jemaah umrah asal Trenggalek hingga kini belum mengetahui secara pasti kapan bisa kembali ke tanah air. Mereka termasuk Bupati Mochammad Nur Arifin dan istri masih tertahan di Arab Saudi di tengah situasi Timur Tengah yang belum sepenuhnya kondusif.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah mengatakan, data tersebut merupakan laporan terakhir yang diterima dari sejumlah biro perjalanan oleh Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Timur (Jatim). Dari situ, ada 9 ribu lebih jemaah umrah asal Jatim yang masih tertahan di Arab Saudi dan 58 orang di antaranya merupakan warga Trenggalek.

“Kabar yang kita terima ada 58 jemaah yang bertahan di Arab Saudi sampai sekarang. Baik yang sudah habis waktunya ataupun yang mungkin baru sampai,” ujarnya, Rabu (4/3).

Menurut Subkan, sebagian besar jemaah yang berangkat pada pertengahan Februari lalu kini menunggu kepastian kepulangan. Dengan durasi umrah rata-rata sekitar 12 hari, seharusnya mereka sudah bersiap pulang ke Indonesia.

“Kalau yang sekarang sudah waktunya pulang kemungkinan berangkat pertengahan Februari kemarin, karena lamanya umrah itu kurang lebih sekitar 12 hari,” jelasnya.

Selain itu, rombongan terakhir tercatat berangkat pada 26 Februari. Sebagian jemaah diketahui berangkat dari Muntilan, sementara lainnya melalui biro perjalanan dari Jember.

Tidak semua jemaah diberangkatkan oleh travel yang berbasis di Trenggalek. Ada pula yang berangkat melalui agen di luar daerah, termasuk Surabaya.

Kondisi ini membuat kepastian jadwal kepulangan para jemaah masih menunggu perkembangan situasi. Hingga kini, belum ada informasi detail terkait perubahan jadwal penerbangan maupun mekanisme pemulangan.

Menyikapi hal tersebut, Kemenag Trenggalek mengimbau masyarakat yang belum berangkat umrah untuk sementara waktu menunda perjalanan hingga situasi benar-benar aman.

“Kalau yang belum berangkat ya mohon untuk ditunda dulu,” tegas Subkan.

Dia berharap kondisi di Timur Tengah segera membaik sehingga seluruh jemaah asal Trenggalek dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.

“Kita berdoa semoga saja kondisinya segera mereda dan para jemaah bisa pulang dengan selamat,” pungkasnya.(jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
58 jemaah Subkan Hamzah Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah arab saudi Kemenhaj trenggalek