Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Penerbangan Jeddah–Surabaya Tak Ada Kendala Jemaah Umrah Pulang Transit Masih Tertahan

Zaki Jazai • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:37 WIB

TERTAHAN: Sebanyak 58 jemaah umrah asal Trenggalek, termasuk Bupati Mochammad Nur Arifin, masih tertahan di Arab Saudi menunggu kepastian kepulangan.
TERTAHAN: Sebanyak 58 jemaah umrah asal Trenggalek, termasuk Bupati Mochammad Nur Arifin, masih tertahan di Arab Saudi menunggu kepastian kepulangan.

KOTA, Radar Trenggalek – Penerbangan langsung dari Jeddah menuju Surabaya dipastikan tidak mengalami kendala di tengah memanasnya situasi Timur Tengah. Pasalnya, jemaah umrah asal Trenggalek yang menggunakan maskapai direct flight ke Indonesia tetap dapat kembali.

Direktur Operasional PT Jabal Noor Nurut Taqwa Haramain, H. M. Fajar Mustofa menegaskan, kondisi di Makkah hingga saat ini aman dan ibadah berjalan sebagaimana mestinya. Dengan begitu, masyarakat Trenggalek khususnya yang memiliki keluarga atau kerabat tidak perlu khawatir.

Untuk itu, saat ini dia masih berada di Tanah Suci untuk berbagai persiapan, termasuk menyambut jemaah haji mendatang.

“Kondisi di Makkah tidak ada apa-apa. Ibadah tetap berjalan lancar. Yang terdampak serangan itu pangkalan tentara Amerika Serikat di Riyadh,” jelasnya, ketika dihubungi Jawa Pos Radar Trenggalek, Kamis (5/3).

Dia menerangkan, lokasi serangan merupakan pangkalan perang Amerika Serikat (AS) yang berada di Kota Riyadh dan jauh dari kota-kota suci.

Jarak Riyadh ke Makkah sekitar 860 kilometer, ke Jeddah sekitar 950 kilometer, dan ke Madinah sekitar 820 kilometer. Dengan jarak sejauh itu, situasi tidak mengganggu aktivitas jemaah umrah.

“Karena jaraknya sangat jauh dari tempat ibadah, jadi tidak mengganggu jemaah,” imbuhnya.

Karena itu, Fajar menjelaskan, jemaah yang belum bisa pulang umumnya merupakan mereka yang menggunakan maskapai dengan rute transit di sejumlah negara Timur Tengah seperti Qatar dan Uni Emirat Arab, Oman, dan sebagainya. Sementara untuk penerbangan langsung dari Jeddah ke Indonesia tidak mengalami persoalan berarti.

“Yang tertahan itu rata-rata yang maskapainya transit di negara lain. Kalau yang langsung ke tanah air tidak ada masalah,” tegasnya.

Dia memastikan jemaah yang diberangkatkan PT Jabal Noor tidak terdampak kendala penerbangan karena menggunakan maskapai direct flight menuju Indonesia.

“Untuk jemaah Jabal Noor tidak ada masalah, karena menggunakan maskapai yang langsung ke Indonesia,” katanya.

Berdasarkan data yang ada pada 26 Februari lalu terdapat 82 jemaah yang pulang ke Indonesia. Kemudian, pada 2 Maret, sebanyak 30 jemaah kembali melalui penerbangan langsung dari Jeddah ke Surabaya.

Terkait jemaah yang kepulangannya belum pasti akibat maskapai transit, Fajar menyebut sempat ada koordinasi dari KBRI di Arab Saudi agar jemaah bisa mempertimbangkan penggantian maskapai.

Itu dengan catatan sheet masih tersedia dan dengan persyaratan tertentu seperti membeli tiket. Namun, sebagian memilih tetap menunggu jadwal dari maskapai awal meski harus lebih lama berada di bandara.

Sementara itu, mengenai keberadaan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang juga tengah menjalankan ibadah umrah, Fajar mengaku tidak mengetahui secara pasti karena selama di Tanah Suci tidak berada dalam satu rombongan namun kerap berpapasan saat beribadah.

“Jadi, pelaksana ibadah di sini (Makkah, Red) baik-baik saja. Tidak ada masalah. Sehingga secara umum kondisi jemaah umrah asal Trenggalek dalam keadaan aman,” imbuhnya. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#H M Fajar Mustofa #tanah suci #trenggalek jawa timur #PT Jabal Noor #Direktur Operasional