Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Waswas di Tengah Ketegangan, Tetap Mengikuti Perkembangan Terkini

Zaki Jazai • Selasa, 10 Maret 2026 | 12:49 WIB

CARI INFORMASI: Sulastri, pekerja migran asal Bogoran, Kecamatan Kampak, di sela aktivitasnya bekerja di sebuah hotel di Doha, Qatar.
CARI INFORMASI: Sulastri, pekerja migran asal Bogoran, Kecamatan Kampak, di sela aktivitasnya bekerja di sebuah hotel di Doha, Qatar.

KOTA, Radar Trenggalek – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat sebagian pekerja migran Indonesia merasa waswas, termasuk warga asal Kabupaten Trenggalek yang bekerja di luar negeri.

Meski kondisi masih aman, rasa khawatir tetap dirasakan di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Salah satunya dialami Sulastri, 30, pekerja asal Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, yang saat ini bekerja di sebuah hotel di Doha, Qatar.

Dia mengaku terus memantau perkembangan situasi dan meningkatkan kewaspadaan selama konflik memanas.

“Alhamdulillah untuk saat ini dalam kondisi aman dan baik. Situasi di Doha juga tetap kondusif. Saya juga tetap mengikuti perkembangan informasi terkait situasi di Timur Tengah dan selalu berhati-hati,” ujarnya kepada jurnalis.

Sulastri menceritakan, meskipun kehidupan di Doha masih berjalan normal, sejumlah sektor pekerjaan mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah antisipasi.

“Tidak semua orang bekerja seperti biasanya. Sekarang banyak yang diminta kerja dari rumah sementara waktu,” paparnya.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi semua jenis pekerjaan. Untuk sektor yang membutuhkan kehadiran langsung, aktivitas tetap berjalan dengan penyesuaian prosedur keselamatan.

“Beberapa pekerjaan penting atau yang tidak bisa dilakukan dari rumah tetap berjalan dengan langkah keselamatan. Pemerintah juga memberikan imbauan keselamatan resmi kepada publik dan pekerja,” jelasnya.

Berbeda dengan sektor lain, operasional hotel tempat Sulastri bekerja tetap berlangsung seperti biasa.

Dia mengatakan, pekerja hotel tetap harus hadir karena pekerjaan seperti housekeeping, front office, hingga layanan makanan dan minuman tidak memungkinkan dilakukan secara jarak jauh.

“Untuk saya sendiri, meski ada ketegangan di sekitar, operasional hotel tetap berjalan normal. Kehadiran di lokasi kerja tetap wajib,” tambahnya.

Dia juga menyebut pemerintah setempat secara rutin mengirimkan notifikasi peringatan keselamatan kepada warga dan pekerja melalui telepon seluler.

Meski belum ada gangguan keamanan langsung di wilayah tempatnya bekerja, Sulastri mengaku tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi setiap hari.

Kondisi ini menjadi gambaran bagaimana pekerja migran asal Trenggalek menjalani aktivitas mereka di tengah bayang-bayang konflik di kawasan Timur Tengah. “Setiap hari pasti ada peringatan notifikasi melalui ponsel saya,” ungkapnya. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#kecamatan kampak #Ketegangan geopolitik #trenggalek #Kawasan Timur Tengah #Desa Bogoran #Sulastri