PULE, Radar Trenggalek – Desa Pule/Kecamatan Pule dikenal sebagai salah satu wilayah dataran tinggi yang memiliki potensi pertanian sangat besar. Kondisi geografis yang berada di kawasan pegunungan dengan tanah yang subur menjadikan wilayah ini cocok untuk berbagai jenis tanaman pertanian dan perkebunan. Seperti porang, jahe merah, kunyit, hingga berbagai tanaman pangan lainnya.
Sekretaris Desa Pule, Ratno, membenarkan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.
Menurut dia, sebagian besar warga Desa Pule menggantungkan hidup dari hasil pertanian yang ditanam di lahan tegal, ladang, maupun kebun.
“Wilayah Kecamatan Pule merupakan salah satu kawasan agraris yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan cukup besar di Kabupaten Trenggalek. Kondisi tanah dan iklim di dataran tinggi ini sangat mendukung pertumbuhan berbagai komoditas unggulan,” ujar Ratno, Selasa (10/3).
Salah satu komoditas unggulan yang berkembang pesat di wilayah ini adalah jahe merah. Tanaman rempah tersebut tumbuh dengan baik di tanah dataran tinggi Pule dan menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi para petani.
Desa Pule bersama beberapa desa lain seperti Pakel dan Jombok telah lama dikenal sebagai sentra budi daya jahe merah berkualitas.
Jahe merah dari wilayah ini tidak hanya dipasarkan sebagai rempah dapur, tetapi juga dimanfaatkan oleh industri jamu, farmasi, makanan, hingga kosmetik.
Melalui kerja sama antara petani dan badan usaha milik desa bersama (BUMDesma), pemasaran jahe merah kini semakin luas dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain jahe merah, tanaman porang juga menjadi komoditas yang mulai berkembang pesat di Kecamatan Pule.
Tanaman yang dikenal memiliki nilai ekspor tinggi ini banyak diminati pasar internasional karena kandungan seratnya yang digunakan dalam industri makanan sehat, farmasi, dan kosmetik.
Kondisi geografis wilayah Pule yang lembap serta memiliki lahan berlereng sangat cocok untuk budi daya porang secara berkelanjutan.
Hal ini membuka peluang usaha baru bagi para petani sekaligus menarik minat investor yang ingin mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian di daerah tersebut.
Tidak hanya itu, Kecamatan Pule juga menghasilkan berbagai tanaman pangan dan hortikultura. Petani setempat menanam padi, jagung, kacang tanah, dan ubi kayu sebagai sumber pangan utama.
Sementara itu, berbagai sayuran seperti labu siam dan kacang panjang juga banyak dibudidayakan di lahan pertanian warga.
Di sektor perkebunan buah, masyarakat juga menanam berbagai buah tropis seperti pisang, nangka, alpukat, durian, hingga jambu air.
Keanekaragaman hasil pertanian ini menunjukkan besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki kawasan dataran tinggi Pule.
Saat ini, para petani juga mulai melakukan inovasi melalui diversifikasi produk pertanian, salah satunya dengan pengembangan bibit alpukat varietas unggul.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat desa.
Dengan potensi alam yang melimpah serta dukungan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, Desa Pule diharapkan terus berkembang sebagai salah satu sentra pertanian unggulan di Kabupaten Trenggalek. Pertanian yang kuat di wilayah ini tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi desa. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana