KOTA, Radar Trenggalek – Perjalanan ibadah umrah Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut bahkan membuat kepulangannya ke Indonesia sempat tertunda beberapa hari karena terbatasnya jalur penerbangan.
Bupati yang akrab disapa Ipin itu menceritakan, saat kondisi perang udara meningkat, sejumlah rute penerbangan dari Arab Saudi menuju berbagai negara ikut terdampak.
“Ya tentu (tertunda). Sekarang kan perang udara. Jadi, jalur-jalur penerbangan sedikit terbatas,” ujar Ipin, Selasa (10/3).
Menurut dia, penerbangan langsung dari Arab Saudi menuju Indonesia menjadi sangat terbatas. Sebagian besar maskapai harus mengalihkan rute dengan transit di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
“Sedikit sekali yang direct langsung dari Indonesia ke Madinah atau ke Jeddah. Jadi rata-rata transit di Dubai, transit di Doha,” jelasnya.
Situasi yang tidak menentu membuat sejumlah maskapai terpaksa membatalkan penerbangan. Tiket yang sudah dipesan pun harus dikembalikan atau di-refund kepada penumpang.
Akibatnya, Ipin harus memperpanjang masa tinggalnya di Arab Saudi sambil mencari alternatif penerbangan lain untuk kembali ke Tanah Air. “Jadi kemudian harus extend beberapa hari di sana dan akhirnya mencari alternatif tiket penerbangan baru,” tambahnya.
Setelah beberapa waktu menunggu, dia akhirnya mendapatkan rute penerbangan yang memungkinkan untuk pulang. Perjalanan tersebut dimulai dari Madinah dengan transit di India dan Singapura sebelum akhirnya tiba di Jakarta.
Dari ibu kota, perjalanan dilanjutkan menuju Surabaya hingga akhirnya tiba kembali di Trenggalek. “Setelah dari Jakarta lanjut perjalanan ke Surabaya. Alhamdulillah sekarang sudah sampai. Saya sampai Trenggalek kemarin Minggu subuh,” katanya.
Di tengah situasi ketegangan tersebut, Mas Ipin mengaku tetap yakin bahwa kawasan Makkah dan Madinah berada dalam kondisi aman bagi para jemaah. Dia bahkan mengutip doa Nabi Ibrahim dalam Alquran yang memohon agar kota tersebut menjadi negeri yang aman.
“Doanya para nabi, jadikan negeri ini baladan amina, negeri yang aman. Jadi kalau di Makkah dan Madinah, insya Allah tidak ada masalah. Semua proses berjalan lancar,” pungkasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana