Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

BBPJN Kaji Struktur Bebatuan Titik Longsor di KM 16 Hubungkan Trenggalek–Ponorogo

Zaki Jazai • Jumat, 13 Maret 2026 | 12:30 WIB

HATI-HATI: Tim dari lintas sekitar ketika berjaga di lokasi KM 16 setelah dibersihkan
HATI-HATI: Tim dari lintas sekitar ketika berjaga di lokasi KM 16 setelah dibersihkan

TUGU, Radar Trenggalek– Penanganan longsor di KM 16 jalur nasional Trenggalek–Ponorogo tidak hanya difokuskan pada pembersihan material yang menutup badan jalan.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim–Bali kini terus mengkaji kondisi struktur tanah dan bebatuan di lokasi untuk mencegah longsor kembali terjadi.

Tim perencanaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) langsung diterjunkan untuk melakukan survei topografi di area tebing Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu.

Kajian difokuskan pada bagian puncak lereng yang diduga menjadi sumber utama longsoran. Untuk itu, tim teknis saat ini sedang mengidentifikasi faktor penyebab pergerakan tanah di lokasi tersebut.

“Tim BBPJN akan melakukan survei topografi di bagian atas. Kami ingin memastikan apakah ada aliran sungai, sawah, atau faktor lain yang terus memicu pergerakan tanah,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim Satker Wilayah II BBPJN Jatim–Bali, Endhy Aktony.

Menurut dia, pemerintah tidak ingin penanganan longsor berhenti pada perbaikan sementara. Sebelum menentukan metode penanganan permanen, tim teknis harus terlebih dahulu melakukan penyelidikan tanah secara detail.

“Kami harus memetakan kondisi tanah secara detail. Perbaikan di bawah tidak akan efektif jika material dari atas bukit masih berpotensi turun,” tegasnya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal, struktur talut di bagian bawah tebing masih dinilai relatif aman. Batu besar yang jatuh saat longsor memang menyebabkan retakan di bagian luar talut, tapi tidak menggeser fondasi utama.

Untuk mempercepat pemulihan jalur menjelang arus mudik Lebaran, BBPJN juga menyiapkan sejumlah langkah teknis di lokasi.

Di antaranya meratakan badan jalan menggunakan material Kelas A, menutup kaki tebing dengan terpal agar air hujan tidak meresap ke dalam tanah, serta menyiapkan pengaspalan sementara atau black top.

Hingga kini, tim gabungan masih terus memantau kondisi di KM 16 jalur nasional Trenggalek–Ponorogo. Melalui kajian teknis tersebut, pemerintah berharap dapat menemukan solusi permanen untuk mengurangi potensi longsor di kawasan tersebut.

“Target kami, insya Allah sebelum Lebaran jalur ini sudah berlapis black top. Kami juga memasang terpal sebagai mitigasi supaya tanah tidak semakin jenuh air,” pungkas Endhy. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#longsor #trenggalek #bbpjn #KM 16 jalur nasional