KOTA, Radar Trenggalek – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau gas melon mulai dirasakan di sejumlah wilayah Bumi Menak Sopal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek pun segera mengajukan permohonan penambahan kuota kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Plt Kepala Bagian Perekonomian Setda Trenggalek, Agus Subchi mengatakan, laporan kelangkaan LPG 3 kilogram sudah diterima dari sejumlah wilayah, terutama di daerah dataran tinggi.
“Dari laporan berbagai pihak, kelangkaan itu paling banyak terjadi di Kecamatan Pule, Dongko, dan Panggul. Beberapa wilayah tersebut memang memiliki akses distribusi yang cukup sulit,” jelasnya.
Menurut dia, pemkab telah dua kali menyurati Pertamina untuk meminta tambahan kuota LPG bersubsidi. Salah satu permohonan tersebut menghasilkan tambahan pasokan sebesar 32 metrik ton untuk wilayah Trenggalek.
Meski demikian, pemkab kembali mengajukan permohonan tambahan kuota khusus untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Kami sudah bersurat kembali ke Pertamina untuk penambahan kuota menjelang Ramadan dan hari raya. Sampai saat ini masih menunggu jawaban,” ujarnya.
Agus menjelaskan, distribusi LPG di Trenggalek saat ini dilayani oleh dua stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), yakni di wilayah Karangsoko dan Kedunglurah.
Kedua SPBE tersebut melayani distribusi LPG untuk 14 kecamatan dengan total kuota sekitar 80 ton per hari dengan masing-masing sekitar 40 ton.
Meski kuota dinilai relatif stabil, lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan menjadi salah satu faktor meningkatnya permintaan LPG 3 kilogram.
“Biasanya saat Ramadan konsumsi rumah tangga meningkat. Selain itu juga ada pedagang takjil yang mulai banyak menggunakan LPG,” katanya.
Selain faktor konsumsi, distribusi LPG juga sempat terkendala kondisi cuaca. Berdasarkan informasi dari pengelola SPBE, pasokan LPG melalui jalur laut sempat tersendat akibat angin kencang.
“Dari manajemen SPBE disampaikan, suplai sempat terhambat karena cuaca dan distribusi laut agak tersendat,” jelasnya.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, pemerintah daerah bersama unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) melakukan pengecekan langsung ke SPBE pada Jumat lalu.
Pengecekan tersebut melibatkan unsur kejaksaan, kepolisian, serta kodim guna memastikan distribusi LPG berjalan sesuai mekanisme.
Saat ini, harga LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan berkisar sekitar Rp 16 ribu per tabung, sementara di tingkat agen dapat mencapai sekitar Rp 18 ribu.
“Kami berharap tambahan kuota LPG dari Pertamina dapat segera terealisasi agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri tetap terpenuhi, “ tutup Agus.(jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana