Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sabrina Lintang Cahyani Hasilkan Gaya Visual Unik Di Dunia Kreatif

Gunawan Awan • Senin, 16 Maret 2026 | 16:19 WIB

SABRINA LINTANG CAHYANI
SABRINA LINTANG CAHYANI

NGANTRU, Radar Trenggalek -Di tengah berkembangnya industri kreatif, terutama di bidang tata rias dan konten digital, hadir sosok muda inspiratif bernama Sabrina Lintang Cahyani. Gadis asal Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek, yang sekarang menetap di Tulungagung sembari kuliah ini dikenal sebagai seorang muse yang mampu menjadi sumber inspirasi bagi para seniman, fotografer, hingga make-up artist (MUA).

Dalam dunia seni dan tata rias, istilah muse memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar model biasa. Seorang muse adalah figur yang mampu memunculkan ide dan kreativitas bagi pencipta karya.

Kehadiran seorang muse sering kali menjadi kunci lahirnya konsep baru, gaya visual unik, serta eksplorasi teknik yang berbeda dalam dunia seni maupun make-up.

Bagi Sabrina, menjadi muse bukan sekadar tampil di depan kamera.

Dia memandang peran tersebut sebagai bentuk kolaborasi kreatif antara dirinya dengan para seniman yang bekerja bersamanya.

Karakter wajah, ekspresi, serta kemampuan beradaptasi dengan konsep menjadi faktor penting dalam peran tersebut.

“Seorang muse bukan hanya objek foto, tetapi juga seseorang yang dapat memicu ide kreatif bagi seniman atau MUA,” ungkap Sabrina saat menceritakan pengalamannya.

Di kalangan MUA, peran muse memiliki arti penting. Seorang muse diharapkan memiliki kecocokan karakter wajah dengan konsep make-up yang ingin ditampilkan.

Selain itu, kemampuan berekspresi juga menjadi nilai tambah, terutama dalam pembuatan konten video di platform digital seperti TikTok maupun Instagram Reels.

Melalui ekspresi yang tepat, hasil transisi make-up dapat terlihat lebih dramatis dan menarik.

Tak hanya itu, muse juga sering menjadi kolaborator dalam berbagai kegiatan kreatif seperti workshop, kelas privat, maupun demonstrasi teknik make-up.

Dalam kesempatan tersebut, muse berperan membantu memperlihatkan hasil karya MUA secara langsung kepada peserta.

Bagi Sabrina, pengalaman menjadi muse memberikan banyak pelajaran berharga. Dia mengaku awalnya merasa gugup saat harus tampil di depan kamera.

Namun seiring waktu, pengalaman tersebut justru membentuk rasa percaya diri yang lebih kuat dalam dirinya.

“Saya belajar bagaimana mengekspresikan diri melalui pose dan ekspresi wajah. Dari situ, saya juga belajar untuk lebih percaya diri ketika berada di depan kamera,” ujarnya.

Selain meningkatkan kepercayaan diri, Sabrina juga mendapatkan pengalaman berharga bekerja sama dengan berbagai pihak kreatif, mulai dari fotografer hingga make-up artist.

Kolaborasi tersebut menghasilkan karya visual yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki nilai seni dan makna tersendiri.

Perjalanan ini juga membuka kesempatan bagi Sabrina untuk memperluas relasi di dunia kreatif. Dia bertemu dengan banyak orang baru yang memiliki passion yang sama dalam bidang seni, fotografi, dan tata rias.

Ke depan, Sabrina memiliki sejumlah harapan dari perannya sebagai muse. Dia ingin terus mengembangkan rasa percaya diri serta kemampuan berekspresi agar dapat memberikan inspirasi bagi para seniman yang bekerja bersamanya.

Selain itu, dia juga berharap dapat terlibat dalam lebih banyak karya kreatif yang menarik dan bermakna.

“Saya berharap pengalaman ini bisa membuat saya belajar lebih banyak tentang dunia model, muse, dan kreativitas,” katanya.

Kisah Sabrina Lintang Cahyani menjadi contoh bahwa inspirasi dapat datang dari siapa saja, termasuk dari generasi muda daerah.

Dengan semangat belajar, keberanian mencoba hal baru, serta kemauan untuk berkolaborasi, dia membuktikan bahwa peran seorang muse dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia seni dan kreativitas.(gun/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Sosok muda inspiratif #ngantru #trenggalek #Sabrina Lintang Cahyani