KOTA, Radar Trenggalek – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk mewaspadai gejala campak pada anak.
Campak merupakan penyakit akibat infeksi virus yang ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, dan ruam di seluruh tubuh. Infeksi campak berawal dari saluran pernapasan yang kemudian menular melalui percikan air liur.
Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek dr Sunarto menjelaskan, campak merupakan penyakit menular yang dapat menyerang anak-anak dan berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak segera ditangani. Maka dari itu pentingnya akan adanya langkah preventif untuk pencegahan.
“Gejala campak biasanya diawali dengan demam tinggi, mata merah yang sensitif terhadap cahaya, serta gejala menyerupai pilek seperti batuk kering dan hidung beringus,” jelasnya.
Selain itu, anak yang terkena campak juga dapat mengalami lemas, kehilangan nafsu makan, sakit tenggorokan, hingga muncul bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.
Meski sebagian besar kasus dapat sembuh, penyakit campak tetap perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan komplikasi seperti bronkitis, pneumonia, radang telinga, hingga infeksi otak.
“Komplikasi memang tidak selalu terjadi, tetapi tetap harus diwaspadai karena dapat berdampak serius bagi kesehatan anak,” ujarnya.
Untuk penanganan, penderita dianjurkan beristirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, minum cairan yang cukup, serta segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapat pengobatan yang tepat.
“Pengobatan campak yang utama adalah istirahat, segera periksa ke dokter agar cepat sembuh dan tidak terjadi komplikasi. Makan makanan yang bergizi, minum cairan yang cukup serta minum obat sesuai anjuran dokter,” terang dr Sunarto.
Dia juga menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang dapatg dicegah dengan langkah preventif.
Salah satu langkah pencegahan paling efektif terhadap campak adalah dengan melalui imunisasi yang tersedia di fasilitas kesehatan.
“Campak merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Karena itu masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan imunisasi sesuai sasaran,” pungkasnya.(tra/din)
Editor : Adinda Putri SefianaSumber : RADAR TRENGGALEK