Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Libatkan 750 Personel Operasi Ketupat Semeru

Zaki Jazai • Senin, 16 Maret 2026 | 18:40 WIB

SELALU SIAGA: Personel gabungan ketika melaksanakan apel untuk pelaksanaan pengamanan hari raya.
SELALU SIAGA: Personel gabungan ketika melaksanakan apel untuk pelaksanaan pengamanan hari raya.

KOTA, Radar Trenggalek – Pengamanan Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Trenggalek resmi dimulai melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di halaman Kepolisian Resor Trenggalek, Kamis (12/3). Operasi ini disebut sebagai operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Kapolres Trenggalek Ridwan Maliki serta Komandan Kodim 0806 Trenggalek Isnanto Roy Saputro. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri dan berbagai instansi terkait turut mengikuti apel tersebut.

Dalam kesempatan itu, pimpinan apel juga menyematkan pita operasi kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bupati Trenggalek mengatakan Operasi Ketupat bukan sekadar kegiatan pengamanan, tetapi merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun menikmati libur Lebaran.

“Saya mengutip apa yang disampaikan oleh bapak Kapolres bahwa operasi ini adalah operasi kemanusiaan. Kita layani saudara-saudara kita, baik yang melakukan mudik maupun nanti balik,” jelas Mas Ipin.

Menurut dia, pemkab bersama kepolisian dan instansi terkait telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak awal, termasuk memetakan potensi kerawanan selama masa Lebaran.

Salah satunya dengan mengidentifikasi kondisi jalan yang perlu penanganan agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman.

“Kita sudah memerintahkan PU dan juga sinergi bersama Satlantas untuk memetakan ruas-ruas jalan yang mungkin belum dalam kondisi prima agar bisa dilakukan penanganan terbatas,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Trenggalek Ridwan Maliki menjelaskan apel gelar pasukan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pendukung pengamanan.

“Apel ini sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana prasarana sekaligus wujud sinergitas lintas sektor dalam pengamanan Idul Fitri,” ujarnya.

Operasi Ketupat Semeru 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, Polres Trenggalek menyiapkan sejumlah pos pengamanan yang tersebar di beberapa titik strategis.

Di antaranya satu pos pelayanan di Agropark, dua pos pengamanan di wilayah Durenan dan Watulimo, serta satu pos pantau di Anjungan Cerdas Kecamatan Tugu.

Secara keseluruhan, sebanyak 750 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini. Sekitar 200 di antaranya merupakan anggota Polri, sedangkan sisanya berasal dari unsur TNI, Polisi Militer, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, Orari, Senkom hingga Pramuka.

Kapolres menambahkan fokus pengamanan tidak hanya pada arus mudik dan arus balik, tetapi juga aktivitas wisata dan tradisi Kupatan yang biasanya digelar masyarakat setelah Lebaran.

“Kalau untuk mudik secara statistik Trenggalek relatif aman. Namun kita tetap menyiapkan pengamanan saat liburan, kegiatan wisata, pasca Lebaran, dan tradisi Kupatan di Durenan,” pungkasnya. (jaz/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#bupati trenggalek #kabupaten trenggalek #Operasi Ketupat Semeru 2026 #Pengamanan Hari Raya Idul Fitri