Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sekolah Perketat Penggunaan HP Dorong Literasi Digital Siswa

Fatra Aditya • Senin, 16 Maret 2026 | 19:28 WIB

Literasi Digital: SMP 1 Trenggalek optimalkan laboratorium komputer untuk literasi digital.
Literasi Digital: SMP 1 Trenggalek optimalkan laboratorium komputer untuk literasi digital.

KOTA, Radar Trenggalek – SMPN 1 Trenggalek meruapakan salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Trenggalek yang telah menerapkan aturan ketat terkait penggunaan telepon genggam oleh siswa. Meskipun,\ penggunaan telepon genggam/gawai juga merupakan salah satu jalur untuk penguatan literasi digital, namun penggunaannya tetap dibatasi.

Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud menjelaskan, siswa sebenarnya diperbolehkan membawa HP ke sekolah, namun penggunaannya diatur secara khusus. Setibanya di sekolah, seluruh HP milik siswa harus dimasukkan ke dalam kotak khusus yang kemudian disimpan oleh pihak sekolah.

“HP yang dibawa anak-anak langsung dimasukkan ke kotak dan disimpan. Mereka tidak bisa menggunakannya secara bebas,” ujarnya.

Siswa hanya diperbolehkan mengambil HP jika ada kebutuhan pembelajaran yang memang memerlukan penggunaan perangkat digital.

Pengambilan HP tersebut harus atas izin guru yang sedang mengajar. Setelah kegiatan belajar selesai, HP kembali disimpan hingga waktu pulang sekolah.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan teknologi tetap berada dalam pengawasan guru.

Selain itu, sekolah juga rutin memberikan imbauan kepada siswa agar berhati-hati dalam menggunakan internet, terutama terkait konten negatif.

“Kami terus mengingatkan tentang bahaya situs negatif seperti konten pornografi dan lainnya,” jelasnya.

Meski begitu, sekolah mengakui belum memiliki sistem teknis khusus untuk memfilter akses internet secara langsung. Karena itu, pendekatan yang dilakukan lebih menekankan pada pengawasan guru dan edukasi kepada siswa mengenai penggunaan teknologi secara bijak.

Sekolah berharap langkah tersebut dapat membantu siswa memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus mencegah penyalahgunaan internet. Terlebih dalam waktu dekat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan menerbitkan aturan pembatasan media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun.

Meskipun demikian, pihak sekolah tetap menjalankan penguatan literasi digital dengan memanfaatkan laboratorium komputer yang tersedia di sekolah. Amir menyebut siswa dapat memanfatkan fasilitas tersebut untuk belajar. (tra/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Kepala SMPN 1 Trenggalek #Mokhamad Amir Mahmud #siswa #SMPN 1 Trenggalek #trenggalek