Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sekolah Sikapi Pembatasan Medsos

Fatra Aditya • Senin, 16 Maret 2026 | 19:53 WIB

Literasi Digital: SMP 1 Trenggalek optimalkan laboratorium komputer untuk literasi digital.
Literasi Digital: SMP 1 Trenggalek optimalkan laboratorium komputer untuk literasi digital.

KOTA, Radar Trenggalek – Baru-baru ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menerbitkan aturan mengenai pembatasan penggunaan media sosial (medsos) untuk anak di bawah umur 16 tahun. Aturan tersebut rencananya akan diterbitkan pada tanggal 28 Maret 2026 mendatang.

Medsos seperti YouTube, Instagram, TikTok dan sebagainya akan mulai dibatasi akesnya untuk anak di bawah 16 tahun. Medsos tersebut dinilai memiliki dampak positif sekaligus tantangan dalam dunia pendidikan

Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud menyebut, kebijakan tersebut pada dasarnya bertujuan melindungi anak dari dampak negatif penggunaan internet.

Menurut dia, pembatasan dapat membantu mengurangi paparan konten yang tidak sesuai dengan usia siswa.

“Dari sisi positif tentu untuk melindungi anak-anak. Banyak konten negatif di internet yang seharusnya tidak diakses oleh mereka,” ujarnya.

Namun, di sisi lain pembatasan medsos juga dinilai berpotensi menimbulkan kendala dalam proses pembelajaran.

Hal tersebut dikarenakan saat ini banyak materi pelajaran yang telah memanfaatkan teknologi digital dan internet sebagai sumber informasi.

Maka, sekolah kini masih mempelajari bagaimana cara menyikapi kebijakan tersebut agar tidak menghambat kegiatan belajar mengajar namun tetap dapat terkontrol.

“Di satu sisi, kita setuju untuk edukasi dan perlindungan anak, tetapi dalam pembelajaran juga membutuhkan teknologi dan internet,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa perkembangan teknologi membuat dunia pendidikan tidak bisa sepenuhnya terlepas dari perangkat digital.

Dengan demikian, sekolah berupaya menyesuaikan diri dengan berbagai kebijakan yang ada sambil tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan siswa dan kebutuhan pembelajaran.

Pihak sekolah berharap kebijakan terkait penggunaan media sosial dapat diterapkan secara bijak sehingga manfaat teknologi tetap bisa dirasakan tanpa mengabaikan aspek keamanan bagi anak.(tra/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Kepala SMPN 1 Trenggalek #Medsos #komdigi #trenggalek