KOTA, RADAR TRENGGALEK – Partai Golkar melakukan perombakan struktur di Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek. Pergantian tersebut termasuk posisi ketua fraksi yang dilakukan tanpa pemberitahuan luas sebelumnya.
Ketua DPD Partai Golkar Trenggalek Arik Sri Wahyuni membenarkan adanya perubahan struktur tersebut. Ia menyebut, perombakan merupakan bagian dari dinamika internal partai.
“Iya benar ada perubahan struktur fraksi Golkar,” ujarnya, Senin (30/3/2025).
Arik menegaskan, pergantian tersebut bukan dilatarbelakangi persoalan kinerja maupun kemampuan anggota. Menurutnya, seluruh anggota fraksi memiliki kapasitas yang mumpuni.
“Bukan persoalan suka atau tidak suka, juga bukan soal kemampuan. Anggota kami itu mampu dan aktif semua,” tuturnya.
Ia mengakui, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi politik internal partai dalam mempersiapkan kekuatan ke depan.
“Di internal partai saya punya trik-trik tertentu kenapa langkah ini saya ambil,” jelasnya.
Menurut Arik, perombakan dilakukan untuk memetakan ulang potensi kader yang dinilai bisa menjadi pilar penting bagi Partai Golkar ke depan.
“Saya ingin memprediksi ulang siapa yang bisa menjadi pilar penting di Golkar,” ungkapnya.
Ia juga memastikan, perubahan struktur fraksi telah dikoordinasikan dengan tingkat provinsi dan menjadi kewenangan DPD.
Selain itu, perombakan ini disebut tidak lepas dari evaluasi kinerja anggota fraksi yang akan menjadi pertimbangan ke depan, termasuk dalam penentuan posisi dan peluang pencalonan kembali.
“Tahun depan kita akan melihat skor-skor anggota fraksi, minimal terkait nomor urut jika maju lagi,” tegasnya.
Meski dilakukan tanpa pemberitahuan luas, Arik berharap tidak ada gejolak di internal partai. Ia menilai pergantian pengurus merupakan hal yang biasa terjadi dalam dinamika organisasi.
“Pergantian itu hal biasa. Tahun kemarin juga demikian,” katanya.
Diketahui, susunan terbaru Fraksi Golkar DPRD Trenggalek menempatkan Gunariyanto sebagai ketua, didampingi Nurwahyudi sebagai sekretaris, serta Dani Wahyu Kurniawan sebagai bendahara.
Arik menambahkan, perubahan struktur ini masih akan terus berkembang seiring evaluasi internal yang dilakukan partai.
“Saya ingin semua anggota berimbang. Tidak ada yang diunggulkan, semua harus menunjukkan loyalitas dan kinerja,” pungkasnya.(Jaz)
Editor : Zaki Jazai