Kapolsek Bendungan AKP Rudi Sugiarto mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak mencari rumput di kawasan hutan.
“Sekitar pukul 10.30, saksi mencium bau menyengat dan menemukan sesosok mayat laki-laki di lokasi hutan,” ujarnya, Senin (30/3).
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa hingga diteruskan ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Bendungan bersama tim medis Puskesmas setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil identifikasi, korban diketahui merupakan warga Dukuh Puru, Desa Bedoho, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo yang telah meninggalkan rumah sejak 21 Maret 2026.
“Ciri-ciri korban sesuai dengan laporan orang hilang yang sebelumnya beredar. Setelah kami lakukan pengecekan dan koordinasi, identitas korban dipastikan sesuai,” jelasnya.
Baca Juga: Pamitan Mancing, Warga Pule Dikabarkan Hilang Tim SAR Masih Melakukan Pencarian
AKP Rudi menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil visum luar, tidak ada tanda penganiayaan. Korban ditemukan dalam kondisi perut membengkak,” terangnya.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal dunia akibat faktor alam, yakni kelaparan dan hipotermia selama berada di kawasan hutan. “Kesimpulan sementara, korban kemungkinan meninggal karena kelaparan dan kedinginan,” imbuhnya.
Baca Juga: Libatkan 750 Personel Operasi Ketupat Semeru
Diketahui, korban memiliki riwayat pikun sehingga diduga tersesat hingga masuk ke kawasan hutan Perhutani tersebut.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga, terutama lansia, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Keluarga sudah menerima sebagai musibah dan meminta tidak dilakukan autopsi,” tandasnya. (jaz/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana