Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bertahan Empat Jam di Laut Nelayan Situbondo Diselamatkan Tim Sar

Zaki Jazai • Selasa, 31 Maret 2026 | 12:46 WIB
TETAP HATI-HATI: Tim Sar gabungan ketika mengevakuasi nelayan asal Situbondo yang kapalnya tenggelam dihantam ombak. (TIM SAR BASARNAS UNTUK RADAR TRENGGALEK)
TETAP HATI-HATI: Tim Sar gabungan ketika mengevakuasi nelayan asal Situbondo yang kapalnya tenggelam dihantam ombak. (TIM SAR BASARNAS UNTUK RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek – Tim Basarnas Trenggalek mengevakuasi seorang nelayan asal Situbondo dalam kondisi selamat setelah sebelumnya menerima sinyal darurat (mayday) dari kapal pengangkut batubara di perairan sekitar Bali. Proses evakuasi dilakukan di kawasan Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo.

Ketua Tim Sar Basarnas Trenggalek Yoni Fariza menjelaskan, informasi awal diterima pada Minggu malam (30/3) sekitar pukul 21.00.

“Sekitar pukul 21.00 kami menerima sinyal mayday dari kapal pengangkut batubara rute Berau menuju Cilacap. Dari komunikasi itu diketahui kapal tersebut telah mengevakuasi satu nelayan dalam kondisi hidup,” ujarnya, Senin (30/3).

Dari hasil koordinasi, nelayan tersebut diketahui berasal dari Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Ia ditemukan selamat setelah sempat bertahan di tengah laut selama kurang lebih empat jam.

“Korban mengapung sekitar empat jam dengan berpegangan pada jerigen, yang merupakan sisa dari kapalnya,” jelasnya.

Baca Juga: Pria Tewas, Diduga Kelaparan dan Kedinginan Ditemukan di Meninggal Hutan Bendungan

Kapal yang melintas kemudian melakukan evakuasi dan meminta izin untuk bersandar di pelabuhan terdekat guna menurunkan survivor.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Basarnas Trenggalek langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari Kesyahbandaran Pelabuhan Prigi, Pos TNI AL, Polairud, hingga instansi terkait lainnya di kawasan Pantai Prigi.

“Setelah koordinasi, kami sepakati survivor di-intercept di Teluk Prigi,” terangnya.

Yoni menambahkan, lokasi awal ditemukannya korban berada di sekitar perairan Bali, tepatnya di kawasan Tanjung Mebulu, Uluwatu, Bali Selatan.

Sementara itu, kapal yang ditumpangi korban diduga tenggelam setelah dihantam ombak. Kapal tersebut merupakan perahu kecil jenis jukung dengan katir.

“Berdasarkan keterangan survivor, kapalnya terbalik dihantam ombak dan diperkirakan sudah tenggelam,” ungkapnya.

Saat ini, nelayan yang selamat tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Watulimo.

Baca Juga: Kini Peningkatan Kebutuhan Administrasi Warga

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bagi nelayan, terutama saat melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Untuk itu kami sampaikan kepada para nelayan agar jangan memaksakan diri untuk melaut jika cuaca diprediksi buruk, “ Jelas Yoni. (jaz/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Ketua Tim Sar Basarnas Trenggalek #Yoni Fariza #watulimo #trenggalek #Pelabuhan Prigi