KAMPAK, Radar Trenggalek – Transformasi pendidikan berbasis digital mulai diterapkan di berbagai madrasah tingkat tsanawiyah di Kabupaten Trenggalek.
Termasuk dapat dilihat di MTsN 2 Trenggalek yang kini mengembangkan sistem pembelajaran digital untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Kepala MTsN 2 Trenggalek, Ahzan Winarto menjelaskan, penerapan pembelajaran digital mulai dilakukan sejak Juli 2023. Pada tahap awal, fasilitas yang dimiliki masih sangat terbatas yakni hanya satu unit TV digital.
Namun, seiring dengan komitmen peningkatan mutu pendidikan, saat ini jumlah perangkat tersebut telah bertambah menjadi 15 TV digital yang tersebar di beberapa ruang kelas.
“Selain TV digital, kami juga didukung dengan 7 unit LCD proyektor untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik,” ujarnya.
Penerapan teknologi ini membawa dampak positif terhadap suasana belajar di kelas. Metode pembelajaran yang sebelumnya didominasi ceramah, kini mulai dikombinasikan dengan media visual dan digital. Hal ini membuat siswa lebih antusias dan tidak mudah merasa jenuh saat mengikuti pelajaran.
“Dengan adanya pembelajaran digital, siswa menjadi lebih tertarik. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga melihat dan berinteraksi dengan materi,” jelasnya.
Baca Juga: Rest Area Dorong Perekonomian Kembangkan UMKM Lokal
Dalam konsep pelaksanaannya, beberapa kegiatan pembelajaran juga melibatkan penggunaan ponsel sebagai media pendukung. Meski demikian, pihak madrasah tetap menerapkan aturan ketat terkait penggunaan perangkat tersebut.
Siswa tidak diperbolehkan membawa ponsel secara bebas ke sekolah, hanya digunakan saat dibutuhkan dalam pembelajaran digital dan di bawah pengawasan guru.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk pengawasan terhadap penggunaan teknologi di kalangan siswa yang masih berada pada tahap perkembangan.
Dia menjelaskan, perkembangan dunia digital yang semakin pesat perlu diimbangi dengan pendampingan yang tepat.
“Kami berharap siswa mampu memilah dan memilih konten yang baik dan bermanfaat. Karena apa yang mereka konsumsi di dunia digital akan berpengaruh pada sikap dan perilaku mereka sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak madrasah juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan teknologi di rumah. Sinergi antara sekolah dan keluarga dinilai sangat penting dalam membentuk karakter siswa di era digital.
“Jika di sekolah sudah ditanamkan aturan dan pembatasan, maka di rumah juga perlu ada kontrol dari orang tua. Kami berharap orang tua aktif mendampingi putra-putrinya,” tandasnya.
Dari sisi manfaat, pembelajaran digital dinilai mampu membuka wawasan siswa secara lebih luas. Mereka tidak hanya terpaku pada buku teks, tetapi juga dapat mengakses berbagai sumber pembelajaran tambahan yang relevan.
Selain itu, penggunaan aplikasi pendidikan dasar turut membantu siswa dalam memahami materi secara lebih mudah dan interaktif.
Hal ini juga menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
Dengan langkah inovatif ini, MTsN 2 Trenggalek diharapkan dapat menjadi contoh bagi madrasah lain dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pendidikan. Sekaligus menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan dunia digital. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana