Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kebut Serap Gabah Petani Guna Stabilkan Harga

Fatra Aditya • Kamis, 2 April 2026 | 11:49 WIB
Gerak Cepat: Harga Gambah Turun, Dispertapan Serap Gabah Petani Untuk Stabilkan Harga.
Gerak Cepat: Harga Gambah Turun, Dispertapan Serap Gabah Petani Untuk Stabilkan Harga.

KOTA, Radar Trenggalek - Program serapan gabah (sergab) terus dijalankan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Kabupaten Trenggalek bersama Perum Bulog. Hal tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas harga gabah kering di tingkat petani.

Kepala Dispertapan Trenggalek, Imam Nurhadi menjelaskan, program tersebut telah dilakukan menjelang panen raya akhir pada Februari lalu dan berlanjut sepanjang Maret hingga saat ini.

Sergab menjadi langkah konkret pemerintah untuk memastikan harga gabah kering panen (GKP) tetap pada batas aman dan tidak dijual dengan harga di bawah pasar.

“Gabah petani, kita ambil melalui Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram (kg). Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya, Rabu (1/4).

Baca Juga: Kini Kunjungan Perpustakaan Kembali Normal Usai Momen Lebaran

Dia menambahkan, sergab akan dilakukan apabila harga gabah kering panen di pasar turun di bawah Rp 6.500 per kg.

Dalam kondisi tersebut, dispertapan bersama Bulog, babinsa, dan pihak terkait langsung turun melakukan penyerapan gabah supaya harga jual tidak merugikan petani.

Sejumlah wilayah telah menjadi lokasi pelaksanaan sergab, di antaranya Kecamatan Gandusari dan Desa Kerjo, Kecamatan Karangan. Di wilayah Kerjo, penyerapan gabah bahkan mencapai sekitar 40 ton dalam satu hari.

Baca Juga: Delapan Kepala OPD Berganti Posisi Bupati Evaluasi Kinerja Pejabat Pelayanan Bisa Lebih Progresif

Menurut Imam, seluruh hasil panen yang dijual petani pada prinsipnya dapat diserap selama tidak dikonsumsi sendiri.

Namun, jika harga pasar sudah berada di atas Rp 6.500, seperti di beberapa kecamatan yang mencapai Rp 6.600 hingga Rp 6.700 per kg, petani cenderung memilih menjual langsung ke pasar.

Dalam kondisi tersebut, Bulog tidak akan melakukan penyerapan. Melalui program ini, pemerintah berharap stabilitas harga gabah tetap terjaga selama musim panen.

“Peran kami adalah menjaga agar harga tidak jatuh di bawah Rp 6.500. Kalau harga sudah baik, petani bebas memilih menjual ke mana,” pungkasnya. (tra/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Desa Kerjo #Kepala Dispertapan Trenggalek #GKP #trenggalek jawa timur #Dispertapan