Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

RSUD Rujuk Tiga Pasien Ledakan LPG Ke RSUD dr Soetomo Luka Bakar hingga 70 Persen

Zaki Jazai • Senin, 6 April 2026 | 11:48 WIB
Marini mengalami luka bakar sekitar 67 %, Winarni mengalami luka bakar hingga 70 %, dan Sulastri luka bakar sekitar 22,5 %. 
(INFOGRAFIS:AI/RADAR TULUNGAGUNG)
Marini mengalami luka bakar sekitar 67 %, Winarni mengalami luka bakar hingga 70 %, dan Sulastri luka bakar sekitar 22,5 %. (INFOGRAFIS:AI/RADAR TULUNGAGUNG)

KOTA, Radar Trenggalek – Tiga korban ledakan tabung gas LPG di Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Keputusan rujukan diambil setelah kondisi dua dari tiga korban dinilai kritis akibat luka bakar serius.

Sebelumnya, ketiga korban sempat mendapatkan penanganan intensif di RSUD dr Soedomo Trenggalek usai insiden ledakan yang terjadi pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 05.00.

Korban masing-masing Marini, 75, Winarni, 54, dan Sulastri, 61. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, dua korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan tinggi yang berisiko mengganggu fungsi vital tubuh.

Baca Juga: KIini Usai Lebaran, Aktivitas Pasar Pon Kembali Sepi

Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono menjelaskan, kondisi Marini menjadi yang paling mengkhawatirkan karena selain luka bakar luas, juga disertai gangguan pernapasan akibat paparan asap saat kejadian.

“Marini mengalami luka bakar sekitar 67 persen disertai gangguan pernapasan akibat asap sehingga kondisinya sangat kritis. Winarni mengalami luka bakar hingga 70 persen dan juga dalam kondisi kritis,” jelasnya.

Menurut dia, luka bakar dengan persentase di atas 50 persen sangat beresiko karena dapat memicu komplikasi serius, mulai dari infeksi hingga gangguan organ dalam. Maka, pasien membutuhkan penanganan khusus di fasilitas kesehatan dengan peralatan lengkap dan tim medis spesialis luka bakar.

Sementara itu, Sulastri mengalami luka bakar sekitar 22,5 persen. Meski persentasenya lebih rendah, kondisinya tetap tidak bisa dianggap ringan karena luka bakar dapat berkembang dan memerlukan observasi ketat.

“Seluruh pasien masih dalam pengawasan ketat tim medis,” tambah Sujiono.

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka Jalan Terus , Kini Sekolah Diminta Fokus KBM

Dia menegaskan, keputusan merujuk ketiga pasien bukan tanpa alasan. Selain mempertimbangkan kondisi medis korban, fasilitas penanganan luka bakar di rumah sakit rujukan dinilai lebih memadai, terutama untuk perawatan intensif jangka panjang.

Dengan dirujuknya pasien ke RSUD dr Soetomo Surabaya, diharapkan proses penanganan dapat lebih optimal, mulai dari stabilisasi kondisi, perawatan luka, hingga pemulihan fungsi organ yang terdampak.

Di sisi lain, pihak rumah sakit juga terus berkoordinasi dengan keluarga korban terkait perkembangan kondisi pasien serta kebutuhan penanganan lanjutan.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat terkait bahaya kebocoran gas LPG, terutama di ruang tertutup. Penanganan yang terlambat atau penggunaan peralatan tidak layak dapat berujung pada risiko fatal.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa kondisi regulator dan selang gas serta memastikan sirkulasi udara di dapur berjalan baik guna mencegah akumulasi gas yang berpotensi memicu ledakan.

“Berdasarkan informasi yang kami dapat dari keluarga, saat ini kondisi seluruh korban membaik. Semoga bisa segera pulih,“ pungkasnya. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek #rsud dr soedomo trenggalek #trenggalek