Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Autisme Kini Perlu Dipahami Sejak Dini

Fatra Aditya • Senin, 6 April 2026 | 12:12 WIB
AUTISME: Gangguan perkembangan anak yang perlu dikenali sedari dini.
(FATRA ADITYA/RADAR TRENGGALEK)
AUTISME: Gangguan perkembangan anak yang perlu dikenali sedari dini. (FATRA ADITYA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek — Autisme atau autism spectrum disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan yang berkaitan dengan interaksi sosial, komunikasi, serta pola perilaku yang terbatas dan berulang. Kondisi tersebut sebenanrnya sudah dapat dikenali tanda-tandanya sejak usia dini, bahkan sejak di masa bayi.

Dokter spesialis kejiwaan RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Yekti Nurhaeni SpKJ menjelaskan, autisme bukanlah sebuah penyakit, melainkan gangguan perkembangan mental. Maka, istilah yang tepat bukan sembuh atau tidak, melainkan membaik atau tidak.

“Autisme itu bukan penyakit, tapi gangguan. Jadi yang dilihat adalah bagaimana perkembangannya bisa semakin membaik,” jelasnya.

Baca Juga: KIini Usai Lebaran, Aktivitas Pasar Pon Kembali Sepi

Tanda-tanda autisme sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak dini, salah satunya seperti tidak adanya respons saat dipanggil, keterlambatan kemampuan berbicara, serta kurangnya interaksi dengan lingkungan sekitar.

Maka, pemantauan perkembangan anak sejak usia 6 bulan hingga 1 tahun menjadi sangat penting, salah satunya melalu posyandu anak.

“Perkembangan bahasa dan respons anak harus diperhatikan. Kalau ada keterlambatan, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Penanganan autisme tentunya membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari terapi bicara, terapi okupasi alias terapi untuk membantu kemandirian dalam perilaku keseharian, hingga perlunya dukungan psikologis.

Dengan penanganan yang tepat dan berkelanjutan, anak dengan autisme tentunya memiliki peluang untuk berkembang lebih baik sesuai dengan kemampuannya.

Menurut dia, anak dengan autisme memiliki spektrum yang berbeda-beda. Pada tingkat ringan, anak masih dapat bersekolah dan memiliki kecerdasan yang cukup baik meskipun mengalami kesulitan dalam interaksi sosial. Namun, pada tingkat berat, anak bisa mengalami hambatan komunikasi serius, bahkan tidak mampu berbicara.

Salah satu spektrum autisme yang mempunyai kemampuan kognitif cukup baik adalah Asperger.  Asperger merupakan gangguan perkembangan saraf yang kini tergolong dalam ASD tingkat ringan.(tra/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Dokter spesialis kejiwaan RSUD dr Soedomo Trenggalek #dr Yekti Nurhaeni SpKJ #Autisme atau autism spectrum disorder #trenggalek