Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tanah SD Diminta Pemilik, Warga Sengon Sepakat Iuran Dan Minta Pertahankan Sekolah

Fatra Aditya • Senin, 6 April 2026 | 12:29 WIB
INISIATIF WARGA: Lahan SD di Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, diminta pemilik dan warga sepakat iuran membelinya.
(FATRA ADITYA/RADAR TRENGGALEK)INISIATIF WARGA: Lahan SD di Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, diminta pemilik dan warga sepakat iuran membelinya. (FATRA ADITYA/RADAR TRENGGALEK)

BENDUNGAN, Radar Trenggalek - Status lahan sebuah sekolah dasar (SD) di Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, mencuri perhatian publik. Yakni setelah pemilik tanah meminta kembali aset yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar di desa tersebut.

Menyikapi hal tersebut, masyarakat sepakat melakukan iuran sebagai upaya mempertahankan keberadaan sekolah. Langkah tersebut pun didukung oleh pemerintah desa.

Kepala Desa Sengon, Dwi Yulianto menjelaskan, lahan yang saat ini digunakan untuk bangunan SD tersebut pada awalnya merupakan milik warga yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan sejak puluhan tahun lalu. “SD itu dulunya milik warga, kemudian dijadikan sekolahan,” ujarnya, Sabtu (4/4).

Dia menambahkan, keberadaan sekolah tersebut sudah sejak lama dan menjadi bagian penting dalam pelayanan pendidikan di desa.

Baca Juga: Autisme Kini Perlu Dipahami Sejak Dini

Sekolah tersebut telah berdiri dari tahun 1950. “Dari tahun 1950-an, SD itu sudah ada dan digunakan oleh masyarakat,” katanya.

Namun, seiring berjalannya waktu, pihak pemilik lahan mengajukan permintaan agar tanah tersebut dikembalikan. Kondisi tersebut mendorong warga untuk mencari solusi agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung tanpa gangguan. “Sekarang tanahnya diminta yang punya, jadi warga sepakat untuk iuran,” jelas Yulianto.

Sebagai bentuk kesepakatan bersama, masyarakat Desa Sengon akhirnya berinisiatif melakukan iuran untuk memenuhi permintaan tersebut. Respons dari masyarakat baik. Hanya hitungan beberapa minggu telah terkumpul dana yang jumlahnya lebih dari puluhan juta rupiah.

Pemeritah desa berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi terbaik bagi semua pihak, sekaligus memastikan keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak di Desa Sengon tetap terjaga.(tra/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Kepala Desa Sengon #Dwi Yulianto #bendungan #trenggalek