SURUH, Radar Trenggalek – Masyarakat Trenggalek harus meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan sarang tawon di lingkungan permukiman. Imbauan ini disampaikan setelah ditemukannya sarang tawon berukuran besar yang berpotensi membahayakan keselamatan warga di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh.
Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek, Burhanudin menegaskan, sarang tawon tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui proses yang cukup lama.
Karena itu, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah risiko yang lebih besar. “Diharapkan masyarakat lebih waspada. Sarang tawon ukuran besar itu tidak terjadi dalam waktu semalaman, tapi butuh proses berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun,” ujarnya, Rabu (8/4).
Dia menjelaskan, jika sejak awal masyarakat sudah mengetahui adanya sarang kecil, seharusnya bisa segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi besar dan berbahaya. “Kalau masih kecil sebaiknya segera dilaporkan, supaya tidak berkembang dan membahayakan,” tegasnya.
Baca Juga: Pria Tewas, Diduga Kelaparan dan Kedinginan Ditemukan di Meninggal Hutan Bendungan
Hal itu dilakukan sebab sebelumnya petugas Damkar Trenggalek mengevakuasi sarang tawon vespa berukuran sekitar 1,5 meter yang berada di Dusun Soho, Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, pada Senin (6/4) malam.
Sarang tersebut berada di antena parabola milik warga dengan ketinggian sekitar 4 meter dari permukaan tanah.
Burhan menjelaskan, laporan dari warga langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan empat personel ke lokasi. Setelah dilakukan asesmen, petugas memutuskan melakukan evakuasi dengan metode pembakaran. “Prosesnya kami lakukan malam hari sekitar pukul 19.50 agar lebih aman dan risiko lebih kecil,” jelasnya.
Dengan menggunakan peralatan lengkap, petugas memastikan kondisi aman sebelum melakukan pembakaran sarang. Api kemudian dengan cepat melalap seluruh struktur sarang dan mematikan tawon di dalamnya.
Baca Juga: Pamitan Mancing, Warga Pule Dikabarkan Hilang Tim SAR Masih Melakukan Pencarian
“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar sehingga pemilik rumah tidak lagi dihantui ketakutan tersengat tawon,” ungkapnya.
Burhan menambahkan, keberadaan sarang tawon, terutama jenis vespa, memiliki potensi bahaya tinggi karena sengatannya bisa menimbulkan reaksi serius, bahkan mengancam keselamatan jika menyerang secara berkelompok.
Untuk itu, masyarakat diimbau tidak melakukan penanganan sendiri jika menemukan sarang tawon, apalagi yang sudah berukuran besar.
Risiko serangan dapat meningkat jika penanganan tidak dilakukan dengan prosedur yang tepat. “Silakan lapor ke Satpol PP dan Damkar Trenggalek. Penanganannya gratis,” ungkapnya.
Baca Juga: Anggaran dan Armada Damkar, Terbatas Tetap Beri Layanan Maksimal
Dia juga mengingatkan agar warga lebih peka terhadap tanda-tanda awal munculnya sarang tawon, seperti adanya aktivitas tawon di sudut rumah, atap, atau pohon di sekitar pekarangan.
Dengan kewaspadaan sejak dini, potensi bahaya dapat ditekan dan kejadian serupa tidak terulang.
“Dalam hal ini, kami berharap masyarakat tidak menunggu hingga sarang berukuran besar, tetapi segera melapor saat masih dalam tahap awal pembentukan agar proses penanganan lebih mudah dengan resiko yang relatif lebih kecil,“ jelas Burhan. (jaz/c1/din)
Editor : Isna Dzikirianti