Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

MBG Dilarang Dirapel , Agar Segar Tiap Hari , Untuk Jaga Kualitas Gizi

Zaki Jazai • Kamis, 9 April 2026 | 14:16 WIB
MBG Usai Lebaran.( SUMBER: WAKIL SATGAS MBG TRENGGALEK)
MBG Usai Lebaran.( SUMBER: WAKIL SATGAS MBG TRENGGALEK)

 KOTA, Radar Trenggalek Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek kembali beroperasi pasca-Lebaran 2026 dengan penerapan aturan baru. Salah satu poin utama adalah larangan sistem rapel dalam distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan dikonsumsi dalam kondisi segar setiap hari.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr Sunarto menegaskan, sistem rapel tidak lagi diperbolehkan dalam pelaksanaan program MBG. Menu rapel tidak diizinkan supaya makanan benar-benar fresh. Kalau dirapel, dikhawatirkan bisa basi atau dingin,ujarnya, Selasa (8/4).

Selain pelarangan rapel, kebijakan baru juga mewajibkan penggunaan menu basah dalam setiap penyajian makanan. Hal ini dilakukan agar kandungan gizi tetap sesuai standar dan lebih layak dikonsumsi.

 Untuk menjamin kualitas makanan kepada anak-anak kita, nilai gizinya harus sesuai. Salah satu kebijakan adalah menggunakan menu basah,jelasnya.

Makanan kini tidak lagi dikemas menggunakan plastik, tetapi disajikan dalam wadah khusus seperti ompreng untuk menjaga kebersihan dan higienitas.

Baca Juga: Sekolah Dipersilakan Tak Terima MBG Harus Ajukan Surat Resmi ke Penyedia

Dengan sistem ini, setiap penerima manfaat akan mendapatkan makanan segar setiap hari sesuai jadwal distribusi, tanpa adanya penumpukan pemberian dalam beberapa hari sekaligus.

Terkait pelaksanaan di lapangan, jadwal distribusi MBG disesuaikan dengan hari belajar masing-masing sekolah. Sekolah dengan sistem lima hari akan menerima lima kali dalam sepekan, sedangkan sekolah enam hari tetap berjalan enam hari. Menyesuaikan sekolah masing-masing. Yang lima hari ya lima, yang enam hari ya enam,tambahnya.

Selain siswa sekolah, program MBG juga tetap menyasar kelompok lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Seluruh penerima manfaat akan mendapatkan menu basah yang disajikan setiap hari.

Dengan diberlakukannya aturan ini, kami berharap kualitas makanan dalam program MBG semakin terjaga serta mampu memberikan manfaat optimal bagi kesehatan masyarakat,jelas pria yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Trenggalek ini. (jaz/c1/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#Wakil Ketua Satgas MBG #penerapan aturan baru #dr Sunarto #kabupaten trenggalek #program Makan Bergizi Gratis