Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Terminal MPU Minim Sumbang PAD

Fatra Aditya • Selasa, 14 April 2026 | 10:24 WIB
MINIM: Setoran PAD dari sektor terminal MPU sangat minim. Sebulan tak sampai satu juta rupiah.(FATRA ADITYA/RADAR TRENGGALEK)
MINIM: Setoran PAD dari sektor terminal MPU sangat minim. Sebulan tak sampai satu juta rupiah.(FATRA ADITYA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Setoran pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor terminal angkutan umum jenis MPU di Kabupaten Trenggalek tercatat masih sangat rendah. Bahkan, kontribusinya tidak mencapai Rp 1 juta per bulannya.

Hal tersebut seiring minimnya aktivitas kendaraan umum yang masuk ke terminal, baik itu terminal MPU kota maupun yang tersebar di seluruh kecamatan.

Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Trenggalek, Budi Supriyanto menyebut, pemasukan dari terminal MPU hanya berkisar Rp 400 ribu per bulan untuk terminal MPU di Durenan, sedangkan untuk terminal kota berkisar Rp 900 ribu per bulan. Angka tersebut jauh dari optimal jika dibandingkan dengan potensi yang ada.

Baca Juga: Kini Sulit Wujudkan MPP di Terminal Durenan

“PAD dari terminal MPU sekitar Rp 400 ribu per bulan. Itu pun lebih banyak ditopang dari kendaraan parkir, bukan dari angkutan umum,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, jumlah kendaraan MPU yang aktif beroperasi saat ini sangat terbatas. Dalam sehari, kendaraan yang masuk terminal hanya sekitar dua hingga lima unit sehingga berdampak langsung pada minimnya retribusi.

Menurut dia, kondisi ini dipicu oleh menurunnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum. Kemudahan memiliki kendaraan pribadi menjadi faktor utama yang menggeser peran MPU sebagai transportasi utama di Trenggalek.

Selain itu, pola penumpang yang lebih memilih turun di pinggir jalan dibandingkan di terminal juga turut memperburuk kondisi. Hal ini membuat kendaraan umum enggan masuk terminal karena minim penumpang.

“Banyak penumpang lebih memilih turun di jalan, jadi kendaraan tidak masuk terminal,” jelasnya.

Upaya optimalisasi pendapatan pun dinilai masih sulit dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah daerah saat ini lebih mengandalkan retribusi parkir sebagai penopang utama PAD dari sektor terminal sambil menunggu adanya perubahan pola transportasi masyarakat. (tra/c1/din

Editor : Isna Dzikirianti
#MPU di Kabupaten Trenggalek #Setoran pendapatan asli daerah #durenan #Disperkimhub #budi supriyanto