KARANGAN, Radar Trenggalek - Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, mengeluhkan kondisi kabel yang semrawut di sepanjang pinggir jalan desa. Kabel-kabel tersebut diduga merupakan jaringan wifi yang dipasang tanpa izin resmi dari pihak desa sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kepala Desa Salamrejo, Ibnu Jadid menyampaikan, kondisi kabel tidak tertata rapi tersebut dinilai sangat tidak tepat. Pasalnya, jalur tersebut merupakan fasilitas umum yang juga digunakan untuk penerangan jalan.
“Di situ ada lampu penerangan jalan dari PU dan juga dari swadaya masyarakat. Namun, kabel wifi ini dipasang sembarangan, dicantolkan di tiang lampu jalan,” ujarnya, Rabu (9/4).
Menurut dia, pemasangan kabel tidak sesuai prosedur tersebut berdampak pada kerusakan infrastruktur. Banyak tiang lampu mengalami kerusakan karena tidak mampu menahan beban kabel semakin banyak.
“Akibatnya tiang bisa patah atau miring karena terbebani kabel. Ini bukan kabel PLN, tapi kabel wifi yang jumlahnya makin banyak,” jelasnya.
Baca Juga: Sarang Tawon Ancam Keselamatan Warga Harus Segera Dilaporkan
Selain merusak tiang, kondisi kabel dinilai membahayakan pengguna jalan. Di beberapa titik, kabel bahkan terlihat menjuntai hingga ke bawah mendekati tanah di pinggir aspal jalan, khususnya di sepanjang area balai desa.
Keluhan terkait hal ini, lanjut Ibnu Jadid, sudah sering disampaikan masyarakat kepada pihak desa. Warga merasa terganggu, baik dari segi estetika maupun keselamatan. “Pihak desa sering menerima laporan dari masyarakat. Namun sampai saat ini pihak penyedia wifi juga belum pernah mengajukan izin resmi ke desa terkait pemasangan kabel tersebut,” jelasnya.
Dia berharap adanya perhatian dari dinas terkait untuk segera turun tangan menangani persoalan ini. Penertiban kabel dinilai penting agar lingkungan terlihat lebih rapi dan aman. “Kami berharap dinas terkait bisa menertibkan kondisi ini. Karena selain tidak enak dipandang, juga berpotensi membahayakan,” tegasnya.
Dia mengungkapkan bahwa kejadian berbahaya sempat terjadi akibat kabel yang semrawut. Sebuah kabel yang putus dan menjuntai di pertigaan sempat mengenai pengguna jalan. “Kemarin ada kabel putus di pertigaan sampai mengenai pengguna jalan. Itu terjadi di depan rumah saya sendiri,” ungkapnya.
Pemdes pun mengimbau para pengusaha atau penyedia layanan wifi agar lebih memperhatikan aspek keamanan dan kerapian dalam pemasangan kabel. Selain itu, mereka juga diminta untuk segera mengurus perizinan secara resmi kepada pihak desa guna menghindari permasalahan serupa di kemudian hari. (gun/c1/din)
Editor : Isna Dzikirianti