KARANGAN, Radar Trenggalek - Jembatan penghubung yang ada di RT 30 RW 7 Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, mengalami kerusakan sejak 5 Juli 2025 silam. Namun, hingga kini kondisi jembatan tersebut belum mendapatkan perbaikan.
Kondisi tersebut tentunya membuat aktivitas warga terganggu, terutama dalam mobilitas sehari-hari dan distribusi hasil pertanian.
Sekretaris Desa Jatiprahu, Syaiful Fuad mengatakan, pemerintah desa (pemdes) sebenarnya telah berupaya mengajukan bantuan ke berbagai pihak untuk melakukan perbaikan terhadap jembatan yang mengalami kerusakan tersebut.
Dia mengatakan bahwa pengajuan perbaikan tersebut sudah disampaikan pihak desa ke pemerintah kabupaten hingga provinsi.
Baca Juga: Ruas Jalan di Winong Rusak Parah, Alasan Anggaran Jadi Hambatan
“Kerusakan ini sudah kami laporkan sejak tahun lalu. Kami sudah mengajukan ke bupati, BBWS, dan BPBD provinsi,” ujarnya, Rabu (8/4).
Menurut dia, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi warga karena menjadi akses utama penghubung antarwilayah di desa. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi membahayakan keselamatan warga yang masih nekat melintas.
Selain itu, pihak desa juga menerima informasi bahwa akan adanya rencana bantuan pembangunan jembatan gantung dari pihak TNI Angkatan Darat (AD). Namun hingga saat ini realisasi bantuan tersebut masih dinantikan oleh masyarakat. “Katanya juga bakal ada bantuan dari TNI-AD untuk jembatan gantung, tapi sampai sekarang kami masih menunggu kepastiannya,” jelas Syaiful.
Baca Juga: PJU Sasar Jalan Desa
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar jembatan dapat kembali digunakan dengan aman. Mereka menilai perbaikan infrastruktur tersebut mendesak, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Pemdes pun berharap adanya percepatan tindak lanjut dari pihak terkait agar akses warga tidak terus terhambat dan potensi risiko kecelakaan dapat diminimalisasi. Karena untuk saat ini, jembatan yang rusak tersebut digantikan sementara dengan jembatan darurat dari kayu yang dapat lapuk termakan waktu dan cuaca.(tra/c1/din)
Editor : Isna DzikiriantiSumber : RADAR TRENGGALEK