DURENAN, Radar Trenggalek - Terminal untuk mobil penumpang umum (MPU) di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, rencananya akan dikembangan untuk menjadi mini mal pelayanan publik. Namun, hingga kini rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
Meskipun konsep dan perencanaan awal telah disusun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama yang menghambat pelaksanaan program tersebut.
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Trenggalek, Budi Supriyanto mengatakan, ide pengembangan tersebut sudah muncul sejak beberapa tahun lalu yang dinisiasi mantan Plt Kepala Disperkimhub sebelumnya Agus Dwi Karyanto. Bahkan, pihaknya sempat diajak untuk melihat langsung lokasi serta menyusun rencana bersama konsultan perencanaan.
“Dulu sudah sempat ada rencana untuk menjadikan terminal sebagai pusat layanan, semacam mini mal pelayanan publik. Bahkan sudah ada gambaran dan estimasi biaya,” ujarnya.
Namun, hingga saat ini rencana tersebut masih sebatas konsep dan belum masuk tahap realisasi. Salah satu faktor utama adalah keterbatasan anggaran yang tersedia untuk pengembangan terminal.
Baca Juga: Terminal MPU Minim Sumbang PAD
Menurut Budi, kondisi Terminal Durenan saat ini memang mengalami penurunan fungsi sebagai pusat transportasi umum. Minimnya aktivitas angkutan membuat optimalisasi terminal menjadi tantangan tersendiri.
Ditambah kini, setoran pendapatan asli daerah (PAD) dari Terminal Durenan tersebut hanya berkisar Rp 400 ribu per bulan. Budi pun mengungkapkan bahwa perndapatan itu pun ditopang dari parkir kendaraan di terminal tersebut, sedangkan untuk dari transportasi umum sangat minim setoran PAD.
“Kita tahu lah, transportasi umum di jalur itu kan memang sepi. Jadi yang nopang PAD, dari situ dari kendaraan parker itu, kalau NPU itu sedikit,” ungkapnya.
Meski demikian, dia menilai pengembangan terminal menjadi pusat pelayanan publik masih memiliki potensi, terutama untuk mendukung aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Dengan konsep tersebut, terminal tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit, tetapi juga sebagai pusat layanan terpadu.(tra/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana