KOTA, Radar Trenggalek – Sempat muncul keluhan terkait armada truk sampah dari masyarakat, baik dari fisik kendaraan hingga jumlah ketersediaan armada. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Trenggalek mengungkapkan bahwa keterbatasan armada pengangkut sampah memang menjadi persoalan serius dalam pelayanan kebersihan di Kabupaten Trenggalek.
Hal tersebut disampaikan penata pengelola lingkungan ahli muda, Imam Maulani. Dia menyebut jumlah tempat penampungan sementara (TPS) terus bertambah, tetapi tidak diimbangi dengan penambahan armada truk pengangkut sampah.
Dia menjelaskan, saat ini total armada dump truck hanya berjumlah 7 unit dan armroll 7 unit. Namun, armada tersebut harus dibagi untuk melayani wilayah lain seperti Watulimo dan Panggul.
Akibatnya, operasional di wilayah Trenggalek menjadi semakin berat. “Yang beroperasi di Trenggalek hanya 5 dump truck dan 6 armroll. Itu pun masih harus melayani wilayah lain,” ujar Imam.
Baca Juga: Persiga U-17 Mulai Seleksi, Puluhan Pemain Berebut Tempat untuk Piala Soeratin
Menurut dia, kondisi geografis Trenggalek yang didominasi pegunungan membuat distribusi pengangkutan sampah semakin menantang. Jarak antar-TPS yang jauh menyebabkan konsumsi bahan bakar cukup meningkat dan mempercepat kerusakan kendaraan karena harus digunakan untuk melayani wilayah yang jauh.
Selain itu, sebagian armada sudah dalam kondisi tua dan sering mengalami kerusakan. Minimnya kendaraan cadangan membuat proses pengangkutan kerap terhambat, bahkan memicu keluhan masyarakat. “Kalau ada kendaraan rusak, kita harus menunggu perbaikan. Tidak ada cadangan, jadi pelayanan pasti terganggu,” jelasnya.
Imam juga menyoroti keterbatasan anggaran operasional yang hanya berkisar Rp 900 juta hingga Rp 1,1 miliar per tahun. Sebagian besar anggaran tersebut terserap untuk kebutuhan bahan bakar dan perawatan kendaraan.
Dia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor kebersihan, khususnya dalam pengadaan armada baru. Sebab, peningkatan fasilitas sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kalau armada ditambah, pelayanan bisa lebih maksimal dan keluhan masyarakat bisa diminimalisasi,” pungkasnya.(tra/c1/din)
Sumber : RADAR TRENGGALEK