WATULIMO, Radar Trenggalek – Operasi pencarian terhadap nelayan gurita asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, akhirnya tuntas, Senin (13/4). Korban bernama Imam Rifazianto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) setelah sempat dilaporkan hilang saat mencari gurita di perairan Ngablak.
Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo menjelaskan, berdasarkan laporan yang didapat tim SAR gabungan korban sebelumnya berangkat melaut pada Minggu (12/4) sekitar pukul 05.00. “Korban berangkat pagi hari untuk mencari gurita. Saat itu, sekitar pukul 11.00 masih terlihat oleh nelayan lain di lokasi,” ujarnya.
Namun, hingga sore hari, korban tak kunjung kembali ke rumah. Warga kemudian mulai melakukan pencarian sekitar pukul 18.00. “Sekitar pukul 19.00 ditemukan alat pancing milik korban di lokasi sehingga pencarian langsung ditingkatkan,” jelasnya.
Baca Juga: Waktu Luang untuk Hasilkan Cuan , Tekuni Pekerjaan Host Live
Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut membuahkan hasil pada Senin (13/4) sekitar pukul 11.30 saat korban berhasil ditemukan. “Korban ditemukan pada koordinat 8°18'38.8″S 111°43'09.8"E dengan jarak kurang lebih 4 nautical mile dari lokasi kejadian awal,” ungkap Bayu.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut serta diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat kemudian melaksanakan debriefing pada pukul 13.00 WIB sebelum kembali ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama saat beraktivitas seorang diri di perairan terbuka. “Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR kami nyatakan selesai dan ditutup,” tegas Bayu. (jaz/c1/din)