TUGU, Radar Trenggalek – Seorang balita diketahui berinisial D, warga Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, meninggal dunia. Balita usia tiga tahun tersebut meninggal setelah diduga tenggelam di kubangan bekas galian C di dekat rumah kakeknya di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Senin (13/4) sekitar pukul 17.45.
Berdasarkan informasi yang didapatkan Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, peristiwa tragis itu bermula saat korban diantar sang ibu ke rumah kakeknya yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Saat itu, pada sore hari sekitar pukul 16.30, korban bermain bersama kerabatnya, F, yang juga masih balita, di sekitar lokasi kubangan. Namun menjelang sore, F pulang lebih dulu, sementara korban tetap berada di lokasi.
Beberapa waktu kemudian, korban tidak kunjung pulang dan membuat F kembali ke lokasi, kemudian melihat korban sudah dalam kondisi terjatuh di dalam kubangan. Melihat kondisi tersebut, F kemudian pulang untuk meminta bantuan kakeknya.
Korban sempat diangkat dan dilarikan ke Puskesmas Tugu. Namun sayang, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Berdasarkan pantauan di lokasi, kubangan bekas galian C tersebut memiliki kedalaman sekitar 2 meter dengan ukuran kurang lebih 3x7 meter persegi.
Baca Juga: Kenaikan Plastik Terus Dipantau , Dikhawatirkan Picu Harga Pangan
Kapolsek Tugu, Sunawir, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. “Berdasarkan hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal karena terlalu banyak kemasukan air hingga kesulitan bernapas,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni kecelakaan. Mereka juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. “Keluarga sudah membuat pernyataan tidak menuntut secara hukum dan menolak autopsi,” tambahnya.
Saat ini, jenazah korban telah dimakamkan di Desa Parakan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, khususnya kubangan bekas galian yang tidak dilengkapi pengamanan.
“Karena keluarga korban tidak mempermasalahkan kejadian ini dan sudah mengikhlaskan kepergiannya, maka lokasi tidak kami police line karena tidak dilakukan penyelidikan lebih mendalam,“ jelas Nawir. (jaz/c1/din)