TUGU, Radar Trenggalek – Reruntuhan batu kembali terjadi di jalur rawan kilometer (KM) 16 Jalan Trenggalek-Ponorogo, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kamis (16/4) sekitar pukul 10.10. Sebuah mobil Toyota Fortuner tertimpa batu berukuran besar saat melintas di lokasi tersebut. Akibat kejadian ini, jalur utama penghubung Trenggalek-Ponorogo untuk sementara ditutup total.
Kendaraan bernomor polisi AG 1671 SK itu dikemudikan Eko Priyono, warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Meski
kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, pengemudi dilaporkan selamat. Hal tersebut dibenarkan oleh Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto.
Menurut dia, berdasarkan keterangan korban, peristiwa terjadi saat kendaraan melaju dari arah Trenggalek menuju Ponorogo di tengah pemberlakuan sistem buka tutup jalur. “Sesampainya di KM 16, tiba-tiba batu berukuran kurang lebih diameter 1,5 meter jatuh dari atas tebing dan langsung mengenai kap mobil bagian kanan,” ujarnya.
Benturan keras menyebabkan bagian kap depan hingga mesin kendaraan mengalami kerusakan. Sementara pengemudi hanya mengalami syok dan tidak mengalami luka fisik. “Korban dalam kondisi selamat, hanya syok. Tidak ada luka,” tambahnya.
Pascakejadian, petugas langsung melakukan penanganan di lokasi. Mengingat masih adanya potensi runtuhan susulan, jalur tersebut untuk sementara ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
“Untuk sementara, jalur kami tutup total karena masih ada potensi batu jatuh dari atas. Kami prioritaskan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Sejumlah petugas gabungan dari kepolisian bersama instansi terkait kini melakukan pengamanan lokasi serta berupaya mengevakuasi material batu yang menutup sebagian badan jalan. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan di titik-titik sebelum lokasi kejadian guna mencegah antrean kendaraan.
Diketahui, jalur KM 16 Trenggalek–Ponorogo di kawasan Desa Nglinggis memang dikenal sebagai titik rawan longsor. Kondisi tebing curam dengan material batu lepas membuat potensi runtuhan tetap ada, bahkan saat cuaca cerah.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari jalur tersebut dan menggunakan rute alternatif hingga proses pembersihan dan pengecekan keamanan dinyatakan selesai.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bahwa jalur tersebut masih memiliki risiko tinggi, sehingga kewaspadaan pengguna jalan tetap diperlukan meski dalam kondisi cuaca normal. “Untuk proses pembukaan, kami masih berkoordinasi dengan berbagai pihak. Semoga saja bisa segera dilakukan,“ jelas Nawir. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana