GANDUSARI, Radra Trenggalek - Dari sebuah desa sederhana di Desa Wonorejo, Kecamatan Gandusari, lahirlah sosok inspiratif bernama Regita Dyah Amanda.
Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa hobi yang dirawat dengan konsisten dapat menjadi sumber kebahagiaan sekaligus inspirasi bagi orang lain.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Regita telah menunjukkan ketertarikan besar pada dunia tarik suara.
Hobi menyanyi bukan sekadar kegiatan pengisi waktu luang, melainkan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Dari SD hingga SMA, dia aktif mengikuti berbagai lomba paduan suara. Usahanya pun membuahkan hasil manis di masa SMP dan SMA hingga berhasil meraih juara di tingkat kabupaten.
Baca Juga: Kini Terus Transformasi Pembelajaran Digital
Prestasi tersebut menjadi motivasi kuat untuk terus mengembangkan bakatnya. Semangat Regita tidak berhenti di bangku sekolah.
Saat melanjutkan pendidikan di Universitas Jember, dia bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara.
Di lingkungan kampus, kemampuannya semakin terasah melalui berbagai latihan rutin dan kompetisi.
Dia juga sempat mengikuti perlombaan antarfakultas dan kembali menorehkan prestasi. Pengalaman tampil di depan umum menjadi momen berharga yang tak terlupakan baginya.
“Setiap penampilan memberikan pengalaman baru dan rasa percaya diri yang semakin tumbuh,” ungkapnya.
Baginya, bergabung dalam tim paduan suara bukan hanya tentang bernyanyi, melainkan juga tentang disiplin, kerja sama, dan dedikasi.
Latihan yang intensif sejak masa sekolah hingga kuliah membentuk karakter kuat yang dia bawa hingga saat ini.
Setelah lulus kuliah pada tahun 2022, Regita mulai menapaki jalan baru dalam hidupnya. Dia memilih untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan dengan menjadi guru di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Gandusari.
Keputusannya ini bukan tanpa alasan. Dia ingin memberikan kontribusi nyata bagi generasi muda, khususnya dalam mengembangkan potensi anak-anak sejak dini.
Komitmennya terhadap profesi guru semakin diperkuat ketika dia mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan di Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun 2023.
Program tersebut dijalaninya selama satu tahun hingga akhirnya lulus pada 2024. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk menjadi pendidik yang profesional dan berkualitas.
Baca Juga: Inilah Felisya Rahma Nur Aisah Kejar Impian dari Pengalaman
Kini, meskipun tidak lagi aktif dalam tim paduan suara, Regita tetap menjaga kecintaannya pada dunia musik. Dia mulai menyalurkan hobinya kepada para siswa di sekolah tempatnya mengajar.
Melalui kegiatan sederhana seperti bernyanyi bersama, dia berusaha menanamkan rasa percaya diri dan keberanian kepada anak-anak.
Regita berharap apa yang dilakukannya dapat menjadi inspirasi bagi murid-muridnya. Dia ingin anak-anak berani mengeksplorasi minat dan bakat yang mereka miliki tanpa rasa takut atau ragu.
Baginya, setiap anak memiliki potensi unik yang perlu didukung dan dikembangkan. Kisah Regita Dyah Amanda adalah contoh nyata bahwa perjalanan hidup tidak selalu harus meninggalkan hobi yang kita cintai.
Justru, dengan memadukan passion dan profesi, seseorang dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.
Dari panggung paduan suara hingga ruang kelas, Regita terus menyuarakan inspirasi bagi generasi masa depan. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana