KAMPAK, Radar Trenggalek - Akses layanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat, tak terkecuali masyarakat di desa. Layanan kesehatan di desa biasanya ditangani oleh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) maupun puskemas pembantu (pustu).
Namun, layanan kesehatan di desa biasanya kurang mendapatkan perhatian, termasuk dari fasilitas yang ada. Salah satu contoh yakni pustu di Desa Senden, Kecamatan Kampak yang fisik bangunannya cukup memprihatinkan dan berpotensi dapat membahayakan petugas maupun pengunjung saat berada di pustu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tampak beberapa kerusakan cukup parah pada fisik bangunan. Di antaranya, plafon yang mulai berjatuhan satu per satu, tembok yang retak, atap genting yang juga mulai berjatuhan, hingga toilet yang sudah tidak dapat digunakan lagi.
Hal itu tentunya menyebabkan layanan kesehatan masyarakat seperti posyandu terganggu. Dengan begitu, harus direlokasi ke tempat yang representatif dan aman untuk petugas maupun masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan pondok bersalin desa (polindes).
Baca Juga: Kebutuhan Layanan, Tambah Fasilitas Puskemas
Salah satu perangkat Desa Senden, Imam, mengatakan bahwa memang keadaan pustu sekarang sudah tidak representatif untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga. "Pustu itu keadaanya udah gak layak sebenarnya," ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah desa pun sebenarnya sudah mengajukan perbaikan ke pemerintah kabupaten. Perbaikan pustu sudah diajukan melalui musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang).
Imam menjelaskan, hal tersebut diajukan ke pemkab karena desa juga tidak bisa menganggarkan anggaran perbaikan pustu melaui anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). "Sudah lama kita ajukan perbaikan, tapi anggaran kan dari sana (pemkab), kita anggarkan dari APBDes juga susah," pungkasnya. (tra/c1/din)